Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Ibnu Darpito :"Pelanggaran Massif Mengusik Pemilu yang Berintegritas

Ketua KPU Sleman Ahmad Shidqi ketika memberikan materi sosialisasi.
SLEMAN (info-jogja.com) - Terjadinya suatu pelanggaran dalam pelaksanaan pemilu sering sulit dihindarkan. Pelanggaran dapat terjadi karena adanya unsur kesengajaan maupun  kelalaian.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman, Ibnu Darpito, Senin (26/3/2018)  saat menjadi salah satu narasumber pada acara Sosialisasi Pemilu dengan tema Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Pemilu 2019 di Hotel Grand Keisha Sleman dihadapan Camat se-Kabupaten Sleman, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Paguyuban Dukuh Cokro Pamungkas, Paguyuban Kepala Desa Manikmoyo, Asosiasi BPD Sleman dan media massa.

“Pelanggaran pemilu dapat dilakukan oleh banyak pihak, semua orang memiliki potensi untuk menjadi pelaku pelanggaran pemilu.  Sedangkan potensi pelanggaran dalam pendaftaran pemilih meliputi  data pemilih ganda, pemilih invalid, tidak dikenal atau fiktif, data tidak lengkap, data pemilih tidak akurat maupun tidak masuk daftar pemilih sementara atau DPSHP,”jelas Ibnu yang juga menjabat Koordinator Divisi Penindakan Pelanggaran.

Menurut dia,  pelanggaran pemilu yang massif akan berisiko pada terganggunya pelaksanaan pemilihan yang berintegritas.”Jika pelaksanaan pemilu tidak berintegritas hasilnya akan tidak dapat diterima oleh rakyat,”katanya.

Sementara  Ketua Komisi Pemilihan  Umum (KPU) Sleman,  Ahmad Shidqi mengatakan bahwa tahapan pemutahiran data pemilih didasarkan pada  data pemilu terakhir dengan memperhatikan data kependudukan yang disiapkan dan diserahkan oleh pemerintah dan KPU akan menetapkan sebagai daftar pemilih.

“Tugas KPU  dalam UU  Nomor 7 Tahun  2017 Tentang Pemilu pada Pasal 12 dan 18 telah dijelaskan berkaitan pemutahiran data pemilih,”jelas dia.

Diluar tahapan Pemilu, ungkap Ahmad, pihaknya  telah melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (Mutarlih) yakni proses pemutakhiran, pembaruan dan pemeliharaan data pemilih yang dilakukan sepanjang tahun, melalui sosialisasi dan koordinasi dengan masyarakat.

“Maksud dilaksanakannya program mutarlih agar dimiliki data pemilih yang komprehensif yaitu harus memuat semua WNI yang telah memenuhi persyaratan  sebagai pemilih, baik di dalam maupun di luar negeri dengan data  akurat yaitu harus memuat informasi identitas pemilih secara benar, tidak ganda, dan tidak memuat nama yang tidak berhak atau telah meninggal dunia,”urainya.

Sesuai Pasal 205 UU Pemilu dalam melaksanakan pemutakhiran data pemilih, KPU Sleman dibantu oleh petugas pemutahiran data pemilih ( Pantarlih), PPS dan PPK.“Dalam melaksanakan pemutahiran data pemilih, pantarlih memberikan kepada pemilih tanda bukti telah terdaftar sebagai pemilih. Hasil pemutakhiran data pemilih digunakan sebagai bahan penyusunan daftar pemilih sementara,”bebernya.

Pantarlih terdiri atas perangkat kelurahan atau desa, rukun' warga, rukun tetangga atau warga masyarakat.”Pantarlih diangkat dan diberhentikan oleh panitia pemungutan suara (PPS),”tutupnya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post