Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Bukan Hanya Kuat Mencagak Beban, Produk Gyproc Juga Ramah Lingkungan

YOGYAKARTA (info-jogja.com) – Pembangunan properti di Daerah Istimewa Yogyakarta kini cenderung ke konsep Green Building yakni bangunan hijau yang ramah lingkungan untuk terciptanya kualitas hidup yang lebih baik.

Untuk itu, Saint- Gobain Gyproc Indonesia atau PT Saint-Gobain Construuction Products  Indonesia (SGCPI) hadir di tengah masyarakat sebagai produsen bahan bangunan yang konsen terhadap isu lingkungan.

“Saint- Gobain Gyproc telah diproduksi di 56 negara, sedangkan di Indonesia dikenal dengan  nama Gyproc dan telah dibuat di sini(Indonesia) selama 3 tahun terakhir,”jelas Brand & Marcomm Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia, Rini Anggraeni, Jumat (2/3/2018) siang di hadapan sejumlah awak media di Eastparc Hotel Yogyakarta.

Gyproc tipe Habito kuat menyangga kursi beserta dua orang yang duduk.
Menurut Rini, sebagai perusahaan bahan bangunan ramah lingkungan yang inovatif dan peduli isu lingkungan.”Kehadiran Produk Gyproc di DIY saat ini diharapkan bisa menjadi alternatif sebagai bahan bangunan ramah lingkungan selain sebagai upaya pemenuhan kebutuhan seiring permintaan yang cenderung meningkat,”katanya.

Ditambahkan, Kriswido Prasetya selaku Technical Support & Specification Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia, Gyproc memberikan solusi pemakaian untuk dinding.

”Sebenarnya ini merupakan solusi, bukan hanya dipakai sebagai plafon saja namun bisa memakainya sebagai  bagian dinding,”tuturnya sambil menunjukkan salah satu produk dinding terkuat yang dinamai Habito.

Produk Saint-Gobain Gyproc kuat menopang beban kendaraan bermotor.
Brand & Marcomm Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia, Rini Anggraeni sebagai produk papan gypsum mengusung teknologi dinding kering (Drywall System) atau lebih dikenal GypWall.”Konsep Gypwall merupakan bentuk kontruksi kering yang tidak mengunakan batu bata dan semen basah, sehingga dapat mengurangi pemakaian air, mempercepat waktu konstruksi hingga 30 persen, tidak menghasilkan kotoran dan mengurangi labor cost hingga 25 persen,”bebernya.

Pada kesempatan Kriswido juga  memperkenalkan salah satu produk baru dari Gyproc yang dinamai Habito.”Habito sebagai dinding terkuat, mampu menahan baban hingga 30 kg per titik, memungkinkan untuk memasang barang-barang tanpa rasa khawatir, bahkan tahan pecah meskipun dipukul dengan martil, juga tahan getaran dan guncangan gempa,”sebutnya.

Brand & Marcomm Manager Saint-Gobain Gyproc Indonesia, Rini Anggraeni
Untuk membuktikan kekuatan pruduk Habito, salah satu rekan media, wartawan Tempo Muh Syaifullah meragakan pukulan keras menggunakan martil  yang diarahkan ke dinding Habito, hasilnya dinding tetap berdiri kokoh tanpa ada kerusakan.

Bukan hanya itu, kursi yang terpasang di dinding Habito mampu menahan beban orang yang sedang duduk dengan aman, juga terbukti kuat  untuk mengantungkan sebuah kendaraan roda dua.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post