Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Bambang Satrio Lelono : Ada 7 Juta Pengganguran di Indonesia

Jalanya rakor  asosiasi LPKS.
YOGYAKARTA (info- jogja.com) – Lembaga Pelatihan Kerja Swasta (LPKS) mengadakan rapat koordinasi (Rakor), Rabu (15/3/2018) di Hotel Gaia  di Jalan Tut Harsono Yogyakarta, diikuti seluruh anggota dan  pengurus DPP & DPD asosiasi terkait.

Sedangkan tema yang dipilih yakni “Terwujudnya Peningkatan Kompetensi  melalui Harmonisasi dan Sinkronisasi Program Kerja Asosiasi LPKS”.

Dirjen Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Ketenagakerjaan, Bambang Satrio Lelono pada kesempatan itu menyebutkan pertumbuhan ekonomi yang makin positif dalam penyediaan SDM.

”Tahun 2019 perlu tersedianya tenaga kerja yang kompeten sejumlah 1,4 juta/ tahun, dituntut menciptakan SDM yang berdaya saing tinggi di pasar global,”jelasnya.

Menurut data, lanjut Bambang, daya saing tenaga kerja masih rendah serta tingkat pengangguran mencapai 7,005 juta. “Angka pengangguran secara nasional memang menurun namun angkatan kerja nasional masih didominasi lulusan SMP  dan SD ke bawah, yakni sebanyak 1, 62 juta  atau 37,77 persen),”ungkap dia.

Pengangguran didominasi lulusan SMA sebanyak  1, 91 juta (27,27%) lulusan SMK sebanyak 1, 62 juta (23,14 %), lulusan Diploma 242, 937 ribu (3,46 % dan  lulusan PT atau  Universitas sebanyak  618,758 atau (8, 83persen).

“Solusi untuk menanggulangi pengangguran di negara kita yaitu dengan penyiapan tenaga kerja yang kompeten yang dapat bersaing di dunia kerja,”jelas dia.

Hingga tahun 2018 berdasarkan data base memiliki 314 Balai Latihan Kerja( BLK) pemerintah (30+13 baru) terdiri dari 22 BLK  UPTP, 59 BLK Propinsi, 302 BLK Kabupaten, 28 BLK Kota dan 2 BKL UPTD non status.

Kondisi BLK saat  sebanyak 102 kondisi baik, 105 kondisi buruk, dan 94 kondisi sedang tercatat ada 13 BLK baru.”Berdasarkan hasil pemetaan Ditjen Binalattas melalui LPK Swasta 8.066 LPKS. Baru sekitar 4,224 yang sudah terdaftar dan memiliki Vicasional Identification Number,” jelasnya.

Sementara Fitrohan Rahman selaku Kasubdit Pengembangan Kemitraan dan pendanaan Direktorat Bina Kelembagaan dan Pelatihan mengungkapkan dengan otonomi daerah sangat berdampak pada kualitas pengelolaan dan penyelenggaraan pelatihan yang sangat variasi sesuai dengan potensi, kondisi dan karakteristik daerah.

“Pemahaman yang sangat keliru dalam penyiapan tenaga kerja kompeten, mestinya dilakukan secara sinergis,”tuturnya.

Fitrohan menambahkan LPS mempunyai peran yang sangat kuar biasa dari sisi jumlah yang terdaftar sejumlah 8.066. “Sedang system untuk LPKS yang terdaftar registrasi kementerian berkembang 4.325 itu berdasarkan maping masih ada separo. Tugas ke depan makin berat dengan bantuan satu paket senilai Rp 30 juta  diberikan pada LPK, minimal kita punya data base baru validasi data,”tambahnya.

Penulis : Maryatun

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post