Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Panwaslu Sleman Gandeng Muhammadiyah Awasi Pemilu 2019

Panwaslu Sleman melakukan audiensi ke Kantor PDM  Sleman.

SLEMAN (info-jogja.com) - Guna menjalankan tugas dan fungsi pencegahan pemilu berbasis masyarakat atau pengawasan partisipatif untuk Pemilu 2019, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Sleman gandeng ormas Muhammadiyah.

Kerjasama pengawasan dilakukan dalam audiensi oleh jajaran komisioner Panwaslu Kabupaten Sleman ke Kantor  Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Sleman,Selasa (20/2/2018) di Sawahan, Pendowoharjo, Sleman.

“Kita telah melakukan audiensi dan kerjasama dengan PDM Kabupaten Sleman berkaitan  pengawasan partisipatif di Pemilu 2019,”jelas Ketua Panwaslu Sleman, Ibnu Darpito usai acara ditutup.

Lanjut Ibnu, di Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu telah mengatur mengenai pengawasan berbasis masyarakat tersebut.”Salah satu bentuk kerjasama yang dilakukan yakni melalui rekrutmen relawan pengawas pemilu di jaringan Muhammadiyah, terutama dari pemilih pemula yang tergabung dalam Pandu Hizbul Wathan,”beber dia.

Sementara segenap pengurus PDM Sleman menyambut  baik kerjasama pengawasan ini dan akan menindaklanjuti dengan pernyataan bersedia menjaga kondusifitas selama tahapan pemilu berlangsung.”Akan kita kawal pengawasan pemilu yang bebas money politic melalui  jaringan pengurus cabang, anak cabang  hingga ranting juga ke semua jamaah muhammadiyah,”ucap Sekretaris PDM Sleman, Afandi.

Karim Mustofa selaku Divisi Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL)menjelaskan  bahwa tugas relawan ke depan diharapkan dapat membantu  kegiatan pengawasan selama tahapan pemilu berlangsung, dengan cara mencatat dan menginformasikan dugaan pelanggaran kepada Panwaslu Sleman.

“Selain kita libatkan Pandu Hizbul Wathan nanti, kami juga berharap  Muhammadiyah juga bisa mengirimkan relawan berbasis santri,”ungkapnya.

Pihaknya menilai santri Muhammadiyah jumlahnya cukup banyak  sehingga sangat potensial  untuk berpartisipasi menjadi relawan pengawas melalui Gerakan Santri Mengawasi (GSM). ”Santri Muhammadiyah jumlahnya banyak ini potensi, kami sedang mencanangkan GSM. Ini adalah gerakan moral masyarakat untuk berpartisipasi dalam pengawasan pemilu sebagai bagian dari amar makruf nahi munkar sehingga bisa meminimalisir pelanggaran yang terjadi selama tahapan pemilu berlangsung,”tuturnya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post