Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Wanita Pengusaha Katering Gugat Polda DIY - Kejari Jogja Rp 50 Miliar

Effi Idawati (kiri) didampingi Kuasa Hukum dari Kantor Oncan Poerba SH SH & Associates
YOGYAKARTA (info-jogja.com) – Effi Idawati binti Supardi (50) pengusaha katering  warga Purbayan Kota Gede Yogyakarta  mengajukan praperadilan  yang ditujukan termohon I   Polda DIY dan  termohon II  Kejaksaan Negeri  Yogyakarta serta Menteri Keuangan RI sebagai turut termohon di Pengadilan Negeri Yogyakarta.

Gugatan dilayangkan lantaran terbukti ada  kesalahan penerapan hukum yang membuat Effi Idawati ditahan selama delapan bulan.“Jadi setelah klien kami menjalani penahanan selama delapan bulan, ternyata beliau tidak bersalah. Di tingkat Peninjauan Kembali (PK), klien kami diputus bebas,”ungkap  koordinator tim penasehat hukum  Oncan Poerba SH didampingi Willyam H saragih SH dan FX Yoga Nugrahnanto SH ketika membetikan keterangan kepada wartawan, Minggu (10/12/2017) di Kantor  Katering Ibu Supardi Kotagede.

Menurut Oncan, pemohon pada awalnya ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polda DIY dengan sangkaan melakukan tindak pidana penipuan. Perkara tersebut kemudian ditingkatke ke penuntutan . Oleh kejaksaan, pemohon ditahan.

Namun demikian setelah disidangkan di PN Yogyakarta, hakim memutus bebas penohon. Dalam putusannya, hakim menyebut pemohon melaakukan perbuatan sebagaimana didakwakan namun perbuatan tersebut bukan tindak pidana.

Tak puas dengan putusan tersebut, jaksa penuntut umum kemudian mengajukan kasasi dan dimenangkan. Selain membatalkan putusan PN Yogya, MA juga menjatuhkan putusan penjara selama delapan bulan.

“Di tengah penahanan terhadap pemohon, kami dari tim kuasa hukum mengajukan upaya hukum PK dan diterima. Tapi pemohon telah menjalani penahanan badan selama delapan bulan. Karena ada kesalahan penerapan pasal itu sehingga pemohon diadili tanpa berdasarkan UU,”kata  Oncan.

Sesuai dengan PP No.92 tahun 2015, kami punya hak untuk  mengajukan permohonan imbalan ganti rugi. “Dalampermohonan ganti rugi praperadilan ini kita mohonkan sebesar Rp100 juta. Pemohon juga mengajukan ganti rugi materiil sebesar Rp 9,92 miliar dengan rincian Rp 310 juta per minggu dikali  8 bulan, dan ganti kerugian imateriil sebesar Rp40 miliar,”imbuh pengacara senior ini.

Sementara Willyam  H Saragih SH menambahkan,  persoalan bermula dari adanya kerjasama antara pemohon dengan Muhamad Muwardi dan istrinya Siti Rohmah. Muh Muwardi semula menawarkan modal kerjasama sebesar Rp 500 juta. Kerjasama tahap awal berjaan lancar sehingga pelapor menambah investasinya sebesar Rp 500 juta sehingga totalnya mencapai Rp 1 miliar.

Kerjasama berikutnya tidak berjalan mulus sehnga pemohon tidak bisa memberikan keuntungan secara penuh. Muwardi dan istri  melaporkan pemohon ke Polda DIY. “Dari total uang yang diinvestasikan, pemohon sudah membayar sebesar Rp 620 juta ditambah keuntungan” terangnya.

Sedangkan Effi Idawati sendiri mengaku senang akhirnya bisa bebas. Ia mengaku tidak ada niat sedikit pun untuk menipu. “Sejak awal saya yakin Allah tidak sare. Awalnya memang lancar, tapi di tengah jalan ada kendala. Allah mengetahui bahwa kita tidak punya niat menipu,” ungkapnya kepada wartawan.

Penulis : Eko Purwono


About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post