Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » JS Terdakwa Penipuan Dituntut 18 Bulan Penjara, Penasehat Hukum : Itu Perkara Perdata

Ilustrasi Palu Pengadilan // Foto : Istimewa
SLEMAN (info-jogja.com) – Terdakwa  JS,50, terdakwa kasus dugaan penipuan pembelian kaca dan triplek dituntut pidana penjara selama 18 bulan  oleh Jaksa Penuntut  Umum (JPU) Sadiyo SH pada persidangan yang digelar di Pengadilan Negeri Sleman.

“Menyatakan terdakwa JS  telah terbukti melakukan tindak pidana gabungan dari beberapa perbuatan pidana penipuan sebagaimana diancam dapam pasal 378 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP dalam dakwaan pertama,” urai Sadiyo dalam tuntutannya, Kamis (30/11) di hadapan Ketua Majelis, Aries Sholeh Efendi SH .

Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan. “Dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah agar terdakwa tetap ditahan,”lanjut  Siti Mahanim SH mewakili Sadiyo yang tak nampak  hadir di persidangan.

Sebelumnya pria asal Kalideres Jakarta Barat ini didakwa  dengan dakwaan berlapis Pasal 378 KUHP jo 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 372 jo Pasal 65 ayat (1) KUHP, selaku Direktur PT Merapi Mas Abadi memesan lembaran kaca bening polos bentuk kepada Haryoso pada Juni hingga September 2006. Sesuai perjanjian, pembayaran akan dilakukan mundur dengan menggunakan Bilyet Giro (BG). Saksi lalu memerintahkan karyawannya, Pramono untuk mengantarkan pesanan senilai Rp 262.946.000 tersebut ke PT Merapi Mas Abadi.

Ketika Haryoso menagih melalui Robertus Juanedi, terdakwa memberikan tiga lembar BG  Bank Syariah Mandiri Cabang Yogyakarta masing-masing Rp 21 juta, Rp 2 juta dan Rp 22 juta. Tapi giliran hendak dicairkan ditolak bank karena dana tidak mencukupi. Sedangkan pembayaran selebihnya tidak dilakukan. Lalu  keduanya bertemu di Polsek Kasihan terdakwa menyanggupi dengan cara akan menjual tanah dan bangunan namun belakangan diketahui bahwa sertifikat telah dipakai sebagai agunan di bank.

Masih dalam dakwaan, belakangan  terdakwa  juga memesan ribuan lembar triplek kepada saksi korban Vera Orchidlia pemilik Toko Besi Berkah di Jalan Monjali Sleman pada Juli–Oktober 2006, totalnya mencapai Rp 259.776.000, namun terdakwa juga memberikan BG sebagai alat pembayaran, sama halnya yakni tidak  bisa dicairkan.

Menanggapi tuntutan terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya Harsito SH dan Otong Satyagraha SH menyatakan akan segera membuat pembelaan atau pledoi.”Segera kita susun pembelaan,”kata Harsito SH

Lanjutnya, sebenarnya  perkara ini  masuk ranah perdata  sebab  terikat hubungan bisnis saja.”Banyak keterangan di BAP sangat tidak sesuai fakta di persidangan. Kami berkeyakinan vonis majelis nanti putusan lepas atau onslag van recht vervolging,”tandas dia.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post