Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Laporan Penggelapan Sejumlah Mobil Mandek, Jeffry Darmawan Wadul ke JPW


SLEMAN (info-jogja.com)  – Jeffry Darmawan,35, warga Perumahan  Nandan Griya Idaman Ngaglik Sleman  korban penggelapan sejumlah  mobil mengadu ke Jogja Police Watch (JPW). Upaya ini  diambil lantaran laporannya di Polda DIY yang dilayangkan  sejak 2014 belum ada titik terang.

“Kita adukan laporan penggelapan di Polda DIY kepada  JPW termasuk juga ke JCW karena laporan ini telah kita layangkan sejak 2014, sebenarnya kasus ini kan sangat mudah, tak serumit mengungkap kasus terorisme, apalagi  terlapor telah dinyatakan sebagai DPO ,“ ungkap  Ketua  Tim Kuasa Hukum Ramdon Naning SH  saat mendampingi  Jeffry Darmawan kepada sejumlah wartawan, Rabu (8/11) siang.

Menurut Ramdon Naning, pihaknya menyayangkan lambannya penanganan perkara ini, terlebih  keberadaan  terlapor berinisial AS  hingga kini belum diketahui keberadaannya .”Berbagai upaya telah dilakukan untuk menanyakan pihak kepolisian, pernah kita laporkan ke mabes Polri juga ke Kompolnas, sampai tiga tahun tidak ada hasil yang konkret, ” sesalnya.

Dia berharap, kepolisian segera menindaklanjuti laporan ini, termasuk adanya   dugaan keterlibatan oknum dan pihak lain. “Segera tangkap terlapor, mengenai dugaan keterlibatan oknum dalam penerbitan BPKB palsu itu,  kedepan akan kita laporkan ke Propam,”tandas dia.

Ditambahkan  Jeffry Darmawan, akibat  tindak pidana penggelapan yang dilakukan terlapor AS dirinya mengalami kerugian sebesar Rp 2,5 miliar.“Awalnya ada 10 unit mobil berbagai merk, sebanyak  8 unit  mobil  diduga telah dipalsukan BPKB nya, sedangkan BPKB yang asli telah digadaikannya,kaini mobil tersebut  tinggal 4 unit saja,"beber Jeffry Darmawan.

Diceritakan pula oleh Jeffry, sebenarnya Andre Susanto itu sahabat saya sejak di SMA sehingga saya percayakan usaha showroom mobil kepada terlapor. "Di tahun pertama ngak ada masalah namun di tahun kedua mulai ada permasalahan, ketika  kita minta  BPKB kendaraan dengan alasan untuk keperluan tertentu, namun melakangan diketahui bahwa BPKB iti palsu,”jelasnya.

Perihal BPKB palsu, pihaknya telah melakukan laporan, namun keterangan penyidik Polda DIY dengan yang disampaikan Dirlantas Polda DIY berbeda. “Penyidik menyebut telah dilakukan pemblokiran atas BKPB namun ketiga dikonfirmasi ke Ditlantas, ternyata belum dilakukan  pemblokiran atas BPKB yang diduga palsu tersebut,”imbuhnya.

Sementara Baharuddin Kamba  selaku Divisi Humas JPW dalam waktu dekat akan mengirimkan surat kepada pihak Polda DIY.”Secepatnya kita akan mengirimkan surat ke Polda DIY, untuk menanyakan kelanjutan penanganan laporan ini, dugaan keterlibatan oknum akan kita tindaklanjuti, jangan sampai ada upaya membeking perkara ini,”katanya.

Penulis : Eko Purwono.

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post