Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Atas Laporan PT Nonbar, GM Hotel Jadi Tersangka

Kepala PT Nonbar DIY-Jateng  atau  PT Inter Sport Marketing (ISM) Tubagus Aria
YOGYAKARTA (info-jogja.com)  – Kepolisian Daerah (Polda) Daerah Istimewa Yogyakarta    menetapkan status tersangka kepada  mantan General Manager (GM) Favehotel Kusumanegara Yogyakarta, inisial Y atas laporan  yang dilayangkan PT Nonbar Perwakilan  DIY- Jateng pada 2014 silam.

Kebenaran informasi tersebut disampaikan Direskimsus Polda DIY Kombes  Pol Gatot Agus Budi Utomo yang disampaikan Kasubdit II Inprodag Ditreskrimsus AKBP Andrie Satiagraha kepada, Senin (13/11) siang di ruang kerjanya.

“Itu kasus lama  sebelum saya bertugas di sini, sudah ada penetapan tersangka terhadap Y mantan GM Favehotel Kusumanegara pada 16 Mei 2017 lalu, karena penyidik Polda telah menemukan  alat bukti cukup, ” jelas Andrie Satiagraha.

Penetapan tersangka ini, lanjutnya, setelah dilakukan gelar perkara pada  14 Mei  2017. “Saat yang bersangkutan hadir atas pemanggilan penyidik, langsung kita tetapkan sebagai tersangka, namun tidak dilakukan penahanan karena ancaman hukuman penjara dibawah 5 tahun,”ungkapnya.

Lamanya penanganan perkara ini, menurut Andrie karena pihaknya tengah berupaya memenuhi petunjuk Jaksa Penuntut sehingga belum bisa disidangkan.  “Memang perkara ini terkesan lama dalam penanganan, namun kita sudah dua kali melakukan  pelimpahan tahap satu atau P 19 ke jaksa saat ini sedang kita lengkapi berkas sesuai petunjuk jaksa, agar berkas dinyatakan lengkap P21,”bebernya.

Penyitaan BB
Upaya yang dilakukan pihaknya, penyidik telah melakukan penyitaan barang bukti (BB)   tambahan.”Kemarin kita sita BB tambahan  berupa satu buah tiang antene dan kabel UHF sepanjang 47 meter. Selanjutnya akan kita mintakan pendapat  saksi ahli,”imbuhnya.

Modus yang dilakukan terdakwa berupa  penggunaan konten tayangan siaran Piala Dunia 2014 di  area komersial area hotel tanpa izin pemegang lizensi yakni PT Nonbar.”Tersangka kita jerat dengan Pasal 113 ayat (2) dan ayat (3) junto Pasal 9 ayat (1) huruf g  dan  h UU  nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta. Untuk huruf  g  dan h diancam penjara paling lama  masing-masing  3 tahun dan 4 tahun,”rincinya.

Terpisah  Kepala PT Nonbar DIY-Jateng  atau  PT Inter Sport Marketing (ISM) Tubagus Aria  selaku FIFA Media Rights Holders atau pemegang hak cipta siaran langsung Piala Dunia 2014 di Indonesia menjelaskan bahwa  pihaknya semenjak  tahun 2014 telah  melaporkan lebih dari 30 GM  hotel atas dugaan pelanggaran hak cipta.”Salah satunya GM Favehotel Kusumanegara Yogyakarta ini,”jelasnya, kemarin.

"Waktu itu kita  laporkan penggunaan konten tayangan siaran Piala Dunia 2014 di komersial area hotel tanpa seizin kami sebagai pemegang hak cipta dan lisensi resmi dari induk organisasi sepak bola dunia FIFA, padahal sudah kita lakukan sosialisasi  berkaitan itu kepada  Perhimpunan Hotel dan restoran Indonesia (PHRI /red),” "urainya.

Diinformasikan pula oleh Tubagus Aria, atas laporan pihaknya pada 2016  ada  perkara yang bergulir hingga hingga persidangan di Pengadilan Negeri Sleman bahkan  terdakwa General Manager The Jayakarta Yogyakarta Nur Winantyo terbukti bersalah telah melawan hukum dengan cara menggunakan atau memanfaatkan siaran pertandingan piala dunia 2014 tanpa izin dari pihak PT. ISM & PT. Nonbar selaku pemegang hak cipta ekslusif dalam tayangan tersebut.

“Atas vonis tersebut menunjukkan bahwa kita adalah pemegang hak sah siaran piala dunia 2014, terbukti putusan hakim yang menyatakan terjadi pelanggaran hukum hak cipta,”tandasnya.

Sementara pihak  Favehotel Kusumanegara melalui GM Casanova enggan berkomentar banyak.”Mohon maaf pak, saya tidak bisa berikan komentar kerena  menurut informasi permasalahan ini terjadi tahun 2013-2014  dan saya belum menjabat  dan saya tidak mengerti tentang masalah tersebut,”jawab Casanova ketika dikonformasi wartahukum.id melalui pesan singkat WhatsApp, kemarin.

Tambah Casanova dirinya   menyarankan untuk menghubungi pihak PHRI.”Alangkah baiknya untuk menghubungi lawyer PHRI yang handel masalah ini atau GM sebelum saya,”tutup dia.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post