Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Satu Negara

Galatia Chandra General Manager Head of Strategic Management dari Kalbe International Pte LTD.


Mohandas Karamchand Gandhi, atau biasa dikenal dengan Mahatma Gandhi adalah seorang pemimpin India yang kurus dan sederhana namun dia mampu membuat pasukan Inggris yang merupakan tentara terkuat dan disegani dunia kala itu pulang dari India.
Gandhi berjuang selama 30 thn melawan penjajahan Inggris bersama pemimpin India lainnya. Dengan ajarannya, Ahimsa (tanpa kekerasan) serta Satyagraha (keteguhan dalam kebenaran), Gandhi melawan penindasan dan kekerasan dengan Cinta Kasih, Kesabaran, dan Kerelaan untuk menanggung segala konsekuensinya.
Gandhi adalah seorang Hindu, namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama lain, termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam SATU negara.
Sebagai wujud keyakinannya, ia melancarkan mogok makan ketika negeri itu diamuk kerusuhan sektarian Hindu-Muslim pada 13 Jan 1948. Yang akhirnya membuahkan hasil penandatanganan damai.
Namun usaha Gandhi hanya bisa menghentikan sementara konflik tersebut. Banyak orang Hindu merasa dikhianati oleh langkah-langkah Gandhi yang mencoba menjadi juru penengah. Ia dinilai terlalu memberi hati kepada Muslim. Akhirnya pada 30 Jan 1948, seorang Hindu nasionalis pun menarik pelatuk pistolnya, Gandhi pun tewas.
Dengan kematian Gandhi, seluruh India berhenti. Konflik sektarian berhenti, pembunuhan massal berhenti. Dengan kematiannya, Gandhi berhasil mencapai apa yang ribuan orang India gagal  mencapainya, yaitu: Perdamaian dan Persatuan di India.
Bagaimana dengan di Indonesia….
Bpk. Sie Kong Liong adalah pemilik sebuah rumah di jalan Kramat Raya No. 106. Rumah bersejarah tempat dilakukannya Sumpah Pemuda. Tanpa Andil Pak Kong Liong, barangkali Sumpah Pemuda akan memiliki jalan cerita yang berbeda. Atas prakarsa Soenariolah maka rumah Bapak Sie Kong Liong dipugar oleh Gubernur DKI kala itu, Ali Sadikin dan ditetapkan menjadi Gedung Sumpah Pemuda yang pada akhirnya diubah namanya menjadi Museum Sumpah Pemuda.
Selain itu, ada pula tokoh-tokoh Tionghoa seperti Kwee Thiam Hong, John Lauw Tjoan Hok, Oey Kay Siang, dan Tjoei Djin Kwie dalam perumusan Sumpah Pemuda tersebut. Hal ini membuktikan komitmen dari orang-orang Tionghoa tentang PERSATUAN INDONESIA bahkan sebelum negara Indonesia itu ada.
Jadi bila menyebut orang-orang Tionghoa sebagai Asing atau Aseng, maka jelas orang tersebut tidak mengerti sejarah. Karena dalam sejarah bangsa ini tidak ada orang Tionghoa, tidak ada orang Jawa, tidak ada orang Batak. Yang ada adalah Warga Negara Indonesia yang mencintai negeri ini yang ingin agar adanya Persatuan di Indonesia ini. Kita adalah Warga Negara Indonesia.
Kita punya musuh bersama yaitu kesenjangan antara miskin dan kaya (Gini Ratio yang sangat rendah), tingkat pendidikan atau kualitas pendidikan yang relatif rendah terutama pada masyarakat yang kurang mampu, ketertinggalan kita dalam hal infrastruktur seperti Mass Rapid Transportation dll. Mengapa kita tidak mau bersatu? Bersama-sama satukan pikiran, bahu-membahu membangun negara kita tercinta ini dan meningkatkan serta menikmati kemakmuran bangsa kita bersama-sama.
Sudahi konflik !!! Simaklah apa yang Mahatma Gandhi katakan….
“Mereka yang berjiwa lemah tak akan mampu memberi seuntai maaf tulus. Pemaaf sejati hanya melekat bagi mereka yg berjiwa tangguh” (Mahatma Gandhi).
Yang sudah biarlah berlalu.… Saatnya kita bersatu membangun bangsa kita ke depan….
Ingatlah semboyan bangsa kita: Bhineka Tunggal Ika. Berbeda-beda tetapi tetap SATU.
Sesungguhnya Perbedaan itu membuat kita kaya. Oleh karenanya kita punya ragam budaya, ragam bahasa, ragam agama, ragam tradisi dll. Perbedaan bukanlah menjadi alasan kita untuk tidak bersatu. KITA MEMANG TIDAK SAMA, TAPI KITA BISA KERJASAMA. Buktikan itu.
Sama seperti warga dunia yang mengenang jasa Mahatma Gandhi yang mempersatukan India. Mari memaknai perayaan Sumpah Pemuda esok hari dengan pikiran dan perasaan yang serupa: SATU Tanah Air, SATU Bangsa dan SATU Bahasa yaitu: INDONESIA.
#KITA_TIDAK_SAMA_KITA_KERJASAMA
#Sumpahpemuda2017
Have a GREAT Day!
*) Penulis adalah General Manager (GM) – Head of Strategic Management dari Kalbe International Pte LTD.

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post