Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Ahli Waris Desak Polresta Lanjutkan Penyidikan Dugaan Pemalsuan Data Otentik Yayasan YP3N

Mohamad Fatkul Huda SH , Totok Progresto SH, Agung Pribadi SH, dan Taufik Akbar SH saat memberikan keterangan kepada sejumlah awak media.
YOGYAKARTA (info-jogja.com) - Sengketa lahan yang kini digunakan SMA Gama masih terus berlanjut. Pihak ahli waris yang belum lama ini memenangkan banding di PT TUN Surabaya, mendesak penyidik Kepolisian Resor Kota (Polresta) Yogyakarta menuntaskan kasus dugaan pemalsuan akta otentik.

Kasus ini melibatkan empat pengurs Yayasan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Nasional (YP3N)u yakni Moh SS, Prof Dr MG, Prof Dr S serta Ir PS. Desakan dilakukan mengingat penanganan kasus jalan di tempat. Padahal keempatnya telah berstatus sebagai tersangka.

Kami meminta penyidik Polresta memeriksa kembali para tersangka jika memang belum lengkap. Tapi kalau sudah lengkap, maka kami minta segera dilimpahkan ke kejaksaan,” ucap penasehat hukum ahli waris Mohamad Fatkul Huda SH didampingi  Totok Progresto SH, Agung Pribadi SH, dan Taufik Akbar SH kepada sejumlah media , Selasa (1/8) siang.

Totok Progresto mengatakan, keempat pengurus YP3N yang dilaporkan atas dugaan pemalsuan akta otentik ditetapkan sebagai tersangka sejak tahun 20016 silam. Hanya saja, belum ada tindaklanjut dari Polresta pasca penetapan tersangka tersebut.

“Tidak ada tindaklanjutnya sampai sekarang sejak ditetapkan sebagai tersangka. Kami tidak tahu apakah mau dilanjut atau tidak. Tapi kami minta Polresta menindaklanjuti kasus ini,”pinta dia.

Keempat pengurus ini tersandung kasus setelah seolah pengurrus YP3N menerima limpahan aset dari YP2N. Padahal sesuaai hukum, eksistensi YPPN tidak lagi ada karena yayasan tersebut tidak pernah melakukan pembaruan sesuai ketentuan Undang-undang.

“Tapi tiba-tiba muncul seolah-olah aset yayasan dilimpahkan dari YP2N ke YP3N. Ini justru kontradiktif karena saat pelimpahan YP3N belum lahir.  YP3N kan baru lahir pada Juni 2009 sedangkan pelimpahan aset dilakukan di  bulan Mei 2009 .Jadi pelimpahan dilakukan sebelum penerima aset lahir. Ini yang kami bidik di Polresta,” terangnya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post