Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Terbukti Membuat Laporan Palsu , Jootje Diganjar 7 Bulan Penjara

Usai sidang pembacaan vonis.
SLEMAN (info-jogja.com)  - Terbukti melakukan tindak pidana membuat  laporan palsu, Jootje Max Sondakh (64) divonis  dipidana penjara selama 7 bulan.

Oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN)  Sleman yang diketua Sutarjo SH MH warga Kelurahan Paseban  Kecamatan Senen Jakarta Pusat ini terbukti melanggar pasal 220 KUHP.

“ Menyatakan terdakwa  Jootje Max Sondakh alias Jootje  telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana membuat laporan palsu , menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama tujuh bulan , “ sebut Sutarjo di muka persidangan , Kamis (6/7/2017) sore.

Terdakwa yang merupakan  suami mendiang Direktur Utama PT Sport Glove Indonesia (SGI) Ny Detzy Nefolika Tonggembio dalam  putusan majelis dinyatakan  bahwa  apa yang dilaporkan oleh terdakwa hanya mengada-ada, tidak didasarkan bukti sehingga merugikan nama baik pelapor.

“Perbuatan terdakwa melaporkan Mark Christoper tidak berdasarkan alat bukti. Faktanya tak ada tindak pidana penggelapan ,” seperti diucap dalam  putusan.

Terdakwa selaku ahli waris bermaksud untuk mengambil barang-barang miliknya di kantor PT SGI di  Plumbon, Ngaglik, Sleman . Namun sejumlah barang, termasuk boks berisi sertifikat sudah tidak berada di ruang kerja almarhum istrinya.

Berdasarkan informasi yang diterimanya, bahwa barang-barang yang ada di ruangan tersebut diambil Christhoper Roba. Lalu terdakwa  melaporkan persoalan tersebut ke Polda DIY.  Laporan tersebut tidak ditindaklanjuti oleh penyidik Polda DIY  karena dinyatakan tidak cukup bukti. Sehingga timbul permasalahan ini , yakni  Christhoper  melaporkkan terdakwa atas  tindakan laporan  palsu dan fitnah.

Pada sidang lalu  jaksa penuntut umum (JPU)  Slamet  Supriyadi SH  menuntut terdakwa dengan pidana penjara 10 bulan.

Usai  vonis dibacakan  , tim   penasehat hukum terdakwa terdiri Awang Guntoro SH dan Richard R SH mengambil sikap pikir –pikir. “ Kami masih pikir – pikir , “ tegas Awang.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post