Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» »Unlabelled » Cara Memenuhi Kebutuhan Gizi saat Puasa


Yogyakarta (info-jogja.com) Berpuasa selama Ramadan merupakan kewajiban yang harus dilakukan oleh setiap Muslim di seluruh dunia. Dalam satu bulan, puasa akan dilakukan mulai adzan subuh berkumandang hingga waktu maghrib tiba.
14 jam lebih menahan lapar dan haus, badan dapat lebih lemas dan kurang bertenaga. Namun ternyata, jika mengonsumsi nutrisi yang tepat, kebutuhan gizi selama berpuasa akan tetap terjaga.
Pengaturan nutrisi yang optimal dan manajemen waktu makan yang baik akan meningkatkan performa tubuh selama berpuasa.
Bagaimana caranya? Satu-satunya yang membedakan hanyalah waktu mengonsumsinya saja.
Makanan saat berbuka
Setelah berpuasa seharian penuh, sebaiknya tidak langsung tergesa-gesa mengonsumsi makanan dalam jumlah besar agar tidak terjadi gangguan pencernaan.
Berbuka puasa dapat diawali dengan minum segelas air hangat atau teh tawar hangat agar lambung siap menerima makanan. Sekitar 5-10 menit kemudian, makanlah makanan manis alami dalam jumlah wajar, seperti kolak, pisang, air kelapa, dll. 
Pilihan makanan terbaik adalah 3-5 biji kurma. Selain hanya setara dengan 100-150 kalori, kurma sangat mudah dicerna dan memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.
Makanan manis sangat dianjurkan saat berbuka puasa karena karbohidrat sederhana lebih mudah dicerna oleh tubuh untuk menggantikan cadangan gula darah yang terpakai saat berpuasa selama 14 jam sebelumnya.
Beberapa saat kemudian atau setelah salat maghrib, makanan utama mulai disantap. Sebaiknya makanan yang dikonsumsi memiliki komposisi makronutrisi yang lengkap dan seimbang antara protein, karbohidrat, dan lemak, yang bersumber dari bahan-bahan alami serta cara pengolahan yang sehat.
Mikronutrisi (serat, vitamin, dan mineral dari buah dan sayur) juga harus dikonsumsi demi kesehatan sistem pencernaan selama puasa.
Selain kandungan makanan yang harus diperhatikan, jumlah yang dikonsumsi juga harus 
Konsumsi saat sahur dan menjelang tidur
Sesaat sebelum tidur dapat mengonsumsi sedikit makanan kecil, seperti yogurt, susu, dark chocolate (minimal 85% cocoa), buah-buahan segar, atau smoothies.
Saat sahur, sebaiknya tidak mengonsumsi makanan yang sekadar praktis dan mengenyangkan karena makanan sahur sangatlah penting.
Komposisi makanan yang dikonsumsi kurang lebih sama dengan makanan utama saat berbuka puasa. Sedikit perbedaan terletak pada porsi sayuran.
Saat sahur, sebaiknya lebih banyak mengonsumsi sayur dan buah dengan kandungan serat yang tinggi agar dapat membantu memberi rasa kenyang lebih lama.
Yang dianjurkan
Selama bulan puasa sangat disarankan untuk memilih asupan sumber makanan yang tidak menyebabkan mudah lapar.
Kandungan protein baik dapat dengan mudah diperoleh dengan mengonsumsi ayam, hati ayam, aneka ikan, udang, cumi, kerang, telur, tahu, dan tempe.
Sementara karbohidrat kompleks yang baik dikonsumsi antara lain ubi, singkong, talas, jagung, wortel, nasi merah, pasta gandum, roti gandum, oatmeal, quinoa, couscous, tomat, serta aneka sayuran.
Sedangkan lemak baik yang juga dibutuhkan tubuh terkandung di dalam telur, keju, minyak zaitun, aneka kacang-kacangan, wijen, alpukat, minyak ikan, santan, minyak kelapa, dan butter.
Yang harus dihindari
Untuk memaksimalkan manfaat puasa bagi tubuh kita serta kecukupan gizi, selama bulan Ramadan harus mencoba berhenti makan sebelum merasa kenyang.
Selain itu mengunyah makanan dengan perlahan dan tidak makan sambil melakukan aktivitas lain, menghindari makanan olahan atau kalengan, mie instan, gorengan, dan junk food dan lebih banyak mengonsumsi protein dan sayuran.

About Ita Lestari

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post