Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Untuk Menyejahterakan Rakyat ,BI Harus Trade Off Koordinasi Dengan Pemerintah

Peserta kuliah umum
SLEMAN (info-jogja.com) – Prodi Ekonomi Pembangunan Fakultas Ekonomi Universitas Atma Jaya Yogyakarta (FEP UAJY) menyelenggarakan Kuliah Umum Diskusi Perekonomian Indonesia bertajuk “Kebijakan Moneter di Indonesia” di Ruang Seminar Gedung Bonaventura UAJY ,Rabu (3/5/2017).

Proses ekonomi dalam masyarakat tidak dapat berjalan lancar tanpa adanya peran pemerintah karena melalui lembaga keuangan pemerintah inilah laju perekonomian negara bergerak dalam pola kebijakan sebagaimana yang telah digariskan. Kebijakan Moneter dalam hal ini berperan besar dalam mencapai tujuan akhir yakni meningkatkan kesejahteraan masyarakat (social welfare).

 “Intinya di sini kita belajar, mendapatkan pencerahan tentang kebijakan moneter di Indonesia langsung dari sumbernya. Harapannya tentu kita akan lebih mengerti tentang Kebijakan Moneter saat ini dan yang akan datang” ujar Sigit Triandaru Msi PhD selaku Ketua Prodi Ekonomi Pembangunan  pada kesempatan itu.

Selain itu hadir pula Kepala Perwakilan Bank Indonesia DIY, Budi Hanoto, S.E, M.B.A dengan  dipandu dosen FE AUJY Dr Y Sri Susilo Msi. Dirinya  memaparkan mengenai  kerangka kerja stabilitas kebijakan moneter di Indonesia, mulai dari stabilitas makro ekonomi, stabilitas moneter hingga stabilitas fiskal. 

Dijelaskan juga  tentang  Inflation Targeting Framework (ITF) mengenai  penerapannya di Indonesia hingga evaluasi penerapan ITF sendiri.  “Kebijakan moneter stabil pakai ITF karena mampu memperkuat government” tegasnya.

Bank Indonesia mencapai stabilitas moneter, fiskal dan makro ekonomi. “Untuk menyejahterakan rakyat Bank Indonesia harus trade off. BI juga selalu koordinasi dengan pemerintah. Kita sangat menjaga inflasi pada trennya dan suku bunga BI Rate yang jadi acuannya. Bagi kalangan yang low growth pasti akan mengira penargetan inflasi itu sebagai sesuatu yang menunda welfarenya, tapi ingat bahwa inflasi itu akan mempengaruhi demand-nya” ujar dia.

Ditambahkan Budi , belakang BI mengubah BI Rate menjadi 7 Days Repo Rate.  “ BI Rate itu dulu ada dari SBI. Lelang SBI. SBI dulu sangat digandrungi sebagai sarana investasi. Tapi bagi BI kalau bank-bank sebagai sarana investasi padahal BI inginnya bank sebagai instrumen moneter kan gak cocok. Maka latar belakangnya karena masyarakat sudah tidak meng-enter lagi ke SBI satu bulan. Latar belakang yang kedua karena PUAB sudah tidak mendekati SBI satu bulan,” pungkasnya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post