Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Mencontek Awal Dari Korupsi

Jalanya acara Institute For Integrity (IFI)
SLEMAN (info-jogja.com) - Korupsi bisa terjadi di mana saja. Dunia pendidikan tak luput dari  korupsi,  bisa terjadi berkaitan dengan penggelapan dana pendidikan bahkan mencontek. Hal tersebut  merupakan tindakan awal korupsi karena  mengajarkan mahasiswa untuk memperoleh hasil yang bagus tanpa belajar. Melihat hal tersebut, Lembaga Belajar Mahasiswa (LBM) mengadakan acara Sekolah Integritas ,  Minggu (28/5/2017).

Acara digelar  Gedung Thomas Aquinas, Kampus II Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) dengan menghadirkan narasumber Zaka Ahmad selauk  Ketua Institute For Integrity (IFI), Sardika dan Catur Anna dari tim  Humas IFI serta Robby Imam Sulaiman dan Bayu Akbar sebagai Koordinator ACLC dari Deputi Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK RI.

“Indonesia merupakan negara yang kaya akan sumber daya alam, namun masih banyak penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan. Hal tersebut disebabkan karena kekayaan alam di Indonesia tidak dimanfaatkan secara optimal dan hasilnya banyak yang dikorupsi, “ ungkap Zaka.

Integritas merupakan nilai yang penting namun hanya mendapat porsi yang sedikit dalam dunia pendidikan. Sebagian besar dunia pendidikan lebih mengutamakan akademis sehingga melahirkan pemimpin yang trampil dan cerdas namun kurang atau tidak berintegritas.

“Sebagian besar, kuliah di Indonesia seperti bank. Nasabah memberi uang, disimpan teller, lalu diambil kembali oleh nasabah. Dosen datang memberi ilmu, lalu ilmu disimpan mahasiswa kemudian saat ujian dosen meminta ilmu tersebut,” tambahnya .

Hal pertama yang harus dilakukan supaya bisa menjadi mahasiswa berintegritas adalah berpikir kritis. Berpikir kritis adalah tindakan jujur terhadap diri sendiri, mengetahui batasan diri tentang masalah, penasaran, dan open mind.

Selain itu hal yang penting diasah dalam berpikir kritis adalah mencari kebenaran bukan pengakuan diri, objektif, skeptis dan kritis terhadap diri sendiri.

Acara  diikuti oleh 93 peserta, terbagi menjadi 3 kelompok diantaranya  Berpikir Kritis, Leadership Integrity, Orientasi Akademik  dan Talkshow dengan tema “Pentingnya Integritas dalam Pengembangan Karakter guna Mempersiapkan Calon Pengemban Profesi yang Bebas dari Korupsi”.

“Diharapkan melalui sekolah Iintegritas ini , tidak akan terjadi korupsi lagi. Mulailah menghargai hak orang lain,” harap Humas IFI , Robby Imam Sulaiman.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post