Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Advokat Peradi Harus Mampu Bersaing Di Dunia Internasional

Rangkaian acara  penyumpahan di PTY (Foto koleksi Suyanto Siregar SH)
YOGYAKARTA –  Pengadilan Tinggi Yogyakarta (PTY) melakukan pengangkatan dan pengambilan sumpah kepada 63 advokat Peradi versi Fauzi Yusuf Hasibuan di Kantor PTY Jalan Ring Road Selatan , Selasa (23/5/2017).

Advokat yang dilantik merupakan gabungan dari beberapa DPC Peradi di DIY. Diberlakukannya pasar bebas Asean (MEA) membawa konsekuensi serius bagi dunia kerja, salah satunya dunia advokat. Profesi advokat menjadi lahan basah yang turut diperebutkan advokat dari luar negeri.

Guna mengantisipasi serbuan advokat asing sekaligus membuka peluang berkiprah di dunia internasional, maka advokat khususnya yang baru dituntut terus mengupgrade kemampuan. Salah satu mengikuti pendidikan berkelanjutan yang lebih spesifik.

Dari data Persatuan Advokat Indonesia (Peradi), baru ada 15-20 persen advokat yang telah mengikuti pendidikan lanjutan. Pendidikan lanjutan diselenggarakan  guna memberikan peluang bagi advokat untuk menguasai bidang yang lebih spesifik.

"Ada arbitrase, hukum internasional, perburuhan, hukum pajak, dan masih banyak spesifikasi lain," ucap Irwan Hadinata SH, Ketua Bidang Pengangkatan DPN Peradi versi Fauzi Yusuf Hasibuan di sela pengambilan sumpah itu.

Ia menjelaskan, pendidikan berkelanjutan penting diikuti seluruh advokat. Sebab, advokat nantinya akan memiliki kualifikasi dan lebih mudah beradaptasi dan bersaing jika menguasai keahlian khusus. Termasuk bersaing di dunia internasional.

Apalagi, pekerjaan untuk digeluti para advokat juga terbuka lebar. Meski, lanjut dia, saat ini advokat lebih banyak menggeluti aspek litigasi. Padahal advokat juga bisa menekuni jalur non litigasi seperti konsultan hukum baik di pemerintahan maupun swasta.

“ Meski terus lahir advokat baru namun perbandingan jumlah advokat degan penduduk Indonesia masih belum ideal. Perbandingan advokat masih 1:5 juta penduduk padahal idealnya 1:1.000 orang, “ tambahnya.

Sementara M Irsyad Thamrin, Ketua DPC Peradi Kota Yogya berharap advokat yang baru dilantik agar bisa menjaga profesi dengan baik.

"Harus bisa bekerja dengan baik, menjaga profesionalisme kerja, berorientasi global. Jangan lupa juga terus asah keilmuan karena bersaing tidak hanya dengan advokat dalam negeri tapi juga luar negeri,” pintanya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post