Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Sukamta ; " Pemerintah Lamban Antisipasi Perkembangan Teknologi Informasi Yang Cepat"

Sukamta jelaskan seputaran UU ITE
YOGYAKARTA (info-jogja.com) –   Menurut Anggota DPR RI Komisi I , DR Sukamta pemerintah kurang mengantisipasi perkembangan teknologi informasi yang bergerak sangat cepat terhadap dinamika  seputaran perubahan  Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

UU ITE perubahan nomor  19 Tahun 2016 telah diundangkan dan berlaku dalam perjalanannya menimbulkan pro kontra.

“ Ada kesan pemerintah menggunakan menggunakan UU ITE yang baru untuk melakukan tindakan represif kepada beberapa media online dengan melakukan penutupan dan juga memproses hukum bebberapa warga masyarakat yang memposting di media online dengan alasan SARA,” bebernya kepada wartawan , Senin (13/2/2017).

Perubahan UU ITE Nomor 11 Tahun 2008 menimbulkan banyak perubahan sehingga pemerintah sering  gagap.” Meskipun terjadi perubahan UU namun perilaku di medsos di Indonesia belum menunjukkan arah yang leih baik, ditandai  semakin maraknya hoax, “jelas anggota DPR RI Dapil DIY ini.

Ada beberapa perubahan cukup mendasar dalam UU ITE yang baru. “ Ini kami perjuangkan agar hak dan kewajiban antara pemerintah dan warga masyarakat berjalan seimbang , juga untuk memberikan kepastian hukum dan perlindungan kepada warga negara, “ katanya.

Ada lima  perubahan mendasar dalam UU ITE itu yakni adanya penambahan Pasal hak untuk dilupakan pada Pasal 26 yang mengizinkan seseorang mengajukan penghapusan berita terkait dirinya pada masa lalu yg sudah selesai, tetepi diangkat kembali.

Selain itu adanya ayat baru pada Pasal 40 , Padal 5 terkait dokumen elektronik sebagai bukti hukum sah di pengadilan, pemotongan ancaman penjara diturunkan dari paling lama 6 tahun menjadi 4 tahun dan hukuman denda juga diturunkan semula malsimal Rp 1 miliar menjadi Rp 750 juta. Juga ancama pidana kekerasan semula diancam 12 tahun menjadi 4 tahun penjara dan denda Rp 2 miliar menjadi 750 juta.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post