Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Perlu Kurikulum Anti Korupsi di Kampus

Narasumber Seminar Nasional Anti Korupsi bagi mahasiswa dan publik.
SLEMAN (info-jogja.com) – Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Atma Jaya Yogyakarta ( UAJY )  mengandeng  Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)  menggelar  Seminar Nasional Anti Korupsi bagi mahasiswa dan publik  di Auditorium Kampus II  Gedung Thomas Aquinas, UAJY , Senin (27 /2/ 2017) pagi.

Kegiatan ini  merupakan  tindak lanjut  Festival Integritas tiga kampus yakni   Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Universitas Diponegoro dan Universitas Brawijaya  tahun 2016  lalu.

Sebagai narasumber , panitia mengundang Wakil Ketua KPK,  Basaria Panjaitan, SH., MH,  Dosen   FH UAJY Dr. Anny Retnowati, SH., MH. Peneliti Pusat Kajian Antikorupsi FH UGM. Zaenur Rochman SH., MH.

Seminar ini dimaksudkan untuk menggugah pemahaman ,  kesadaran mahasiswa dan masyarakat pada umumnya akan pentingnya pencegahan serta pemberantasan korupsi di berbagai lembaga pemerintah maupun swasta   di Indonesia. 

“Anak-anak dan generasi muda adalah generasi penerus harapan bangsa . Menurut hasil penelitian KPK pada tahun 2015 dari para ibu-ibu di Yogyakarta hanya 4% yang mengajarkan kejujuran kepada anaknya,” ungkap Basaria Panjaitan saat beberkan materi.

Tindak korupsi tidak pernah berhenti, pelakunya terus berdatangan, terutama dari kalangan politisi maupun penegak hukum termasuk figur-figur pemimpin juga tersangkut kasus korupsi ini.

“Peran kampus sebagai lembaga pendidikan dalam mengatasi korupsi. Oleh karena itu diadakannya seminar  ini menjadi  sarana  memberantas korupsi mulai dari dunia kampus. Seminar berfokus pada penguatan  peran penting gerakan anti-korupsi di lembaga pendidikan, lembaga swadaya masyarakat, lembaga pemerintah maupun di KPK, " jelasnya.

Tidak dipungkiri kampus atau perguruan tinggi juga rentan terhadap kesempatan terjadinya tindakan korupsi, seperti dalam hal pemilihan rektor, pungutan saat penerimaan mahasiswa baru, dan bahkan korupsi juga bisa timbul dari kebiasaaan mahasiswa mencontek dan pengelolaan uang yang tidak benar dalam organisasi mahasiswa.

“ Kampus sebagai lembaga pendidikan mempunyai peranan strategis dalam mencegah dan mengatasi korupsi di negeri ini. Peranan tersebut seperti dengan memasukkan pokok bahasan anti-korupsi atau integritas dalam sejumlah matakuliah. Perlu untuk diadakan kurikulum atau ekstrakurikuler anti korupsi di kampus,”  pintanya.

Senada juga yang  disampaikan Dr. Anny Retnowati mahasiswa harus berperan dalam pencegahan korupsi.

“Setiap pihak termasuk mahasiswa mempunyai peran serta mencegah tindakan korupsi melalui hak untuk melaporkan pihak yang melakukan tindakan korupsi dan tindakan ini dilindungi oleh undang-undang,” jelas dia.

Sementara Zaenur Rochman menjelaskan bahwa   kebiasaan korupsi di Indonesia yang tumbuh dari budaya feodalisme.

“ Rakyat membayar upeti untuk mendapatkan rasa aman dan nyaman masih terpelihara hingga saat ini, dan hal inilah yang perlu untuk dikritisi. Oleh karena integritas berkaitan dengan karakter. Kampus perlu untuk menanamkan karakter yang jujur dalam diri mahasiswa, sehingga kampus dapat menghasilkan mahasiswa-mahasiswa yang mempunyai karakter berintegritas” terangnya.

Seminar  semakin menarik saat dibuka sesi tanya jawab  yang dimoderatori,  Dr Lukas S Ispandriarno, MA dosen FISIP UAJY.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post