Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Perkara Pemalusan Merek , PT TJS Nilai Tuntutan JPU Belum Penuhi Rasa Keadilan

Jalanya persidangan , Kamis (2/2/2017)

SLEMAN (info-jogja.com) – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Jumadi SH tuntut denda masing-masing sebanyak Rp 25 juta subsider 4 bulan kurungan  kepada terdakwa AS dan NTS di hadapan Majelis Hakim yang diketuai Ayun Kristiyanto SH pada persidangan di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis ( 2/2/2017).

Menurut JPU , keduanya  terbukti melanggar dakwaan kedua Pasal 94 ayat (1) UU Nomer 15 Tahun 2001 tentang Merek. Padahal dalam dakwaannya disertakan  pula Pasal 90 dan atau  Pasal 91.

Menanggapi tuntutan itu,  PT Tunggal Jaya Steel (TJS) Sidoarjo menilai belum memenuhi rasa keadilan.

“ Atas tuntutan denda Rp 25 juta itu sangat ringan ,  belum memenuhi rasa keadilan bagi kita, keduanya kan hanya pengedar, belum terungkap siapa yang memalsukan, siapa yang menjadi pabrikan atas merek palsu itu,” sesal Manager Produksi PT TJS , Fauzi Hadiyatulah   kepada wartawan usai sidang , Kamis (2/2).

Fauzi juga mengungkapkan akibat kejadian ini pemasaran produk PT JTS anjlok, di tahun 2011 penurunan omzet mencapai 40 persen.

“ Bukan hanya materi saja , perusahaan kami juga menderita kerugian immaterial yang cukup besar  atas tindakan ini, Disamping itu kepercayaan konsumen berkurang karena produk yang dipalsukan memiliki kualitas jauh lebih rendah ,sedangkan produk kami dengan merek dagang LL sesuai dengan standar nasional Indonesia (SNI)  07-2052-2014 dan telah didaftarkan di Kumham pada   11 Agustus 2008, “ bebernya.

Ditambahkan Factory Manager PT TJS, Soedjono berharap masyarakat lebih waspada dengan produk besi beton  tiruan selain buatan perusahaan yang berdiri pada tahun 2005 ini. 

“ Kita jual produk dengan purna jual , jika bangunan memakai produk ini, lha kalau bermerek palsu , siapa yang akan bertanggung jawab, tentunya kita juga, “ tegas dia.

Dirinya  sangat menyesalkan langkah penegak hukum yang hanya menyeret pihak pengedar saja.

 “ Padahal dari hasil pengembangan pemeriksaan sudah diketahui pihak yang membuat produk palsu itu adalah sebuah pabrik di Tangerang. Namun dalam kasus ini, pihak produsen hanya sebatas dijadikan sebagai saksi. Namun tidak menutup kemungkinan kita akan melaporkan  ke Kepolisian sesuai wilayah hukum, “ jelasnya.

Informasi yang didapatkan info-jogja.com  perkara  yang menyeret  dua orang terdakwa yakni AS dan NTS  Berawal  kecurigaan manajemen PT TJS yang mendapatkan informasi adanya peredaran produk LL palsu sekitar awal tahun 2016

Berdasar informasi itu  pihak TJS kemudian mengecek ke salah satu toko di wilayah Solo dan Yogyakarta. Namun ternyata stoknya habis, dan disarankan untuk mencari ke gudang yang beralamat di Jalan Raya Cangkringan km 1,5 Tegalsari, Desa Purwomartani, Kecamatan Kalasan, Sleman. Dengan menyamar sebagai pembeli, pihak manajemen menanyakan tentang produk besi beton palsu itu dan ternyata memang ada.

Setelah bukti ada di tangan ,  Soedjono  melaporkan ke Polda DIY. Pada saat dilakukan penggrebekan, terdakwa Nunung Tri Sutanto mengaku produk besi beton yang dipalsukan sejumlah 4.000 batang. Barang itu dijual dengan harga dua kali lipat lebih murah.

Sidang lanjutan perkara ini akan digelar kembali pada 14 Februari 2017 dengan agenda pembacaan vonis oleh Majelis Hakim.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post