Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Esti Sayangkan Tindakan Ormas Di UKDW Yogyakarta

Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan , MY Esti Wijayanti. (Foto Dokumen Pribadi)
SLEMAN (info-jogja.com) - Anggota Komisi X DPR RI Fraksi PDI Perjuangan , MY Esti Wijayanti sesalkan  tindakan sekelompok orang dari ormas tertentu yang mendatangi Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta.

Dibeberkannya dalam siaran pers yang diterima  info-jogja.com, Kamis (8/12/2016)   bahwa poster atau baliho sosialisasi pendaftaran mahasiswa baru memuat perempuan berkerudung (berjilbab) dipermasalahkan sekelompok orang  tersebut.

 Dipersoalkan karena UKDW adalah yayasan pendidikan kristiani dan dianggap menyesatkan kaum muslim,  sehingga mereka meminta kepada pihak UKDW untuk menurunkan semua poster atau baliho yang memuat perempuan berkerudung berjilbab itu.
 
“Saya selaku wakil rakyat dari dapil Yogyakarta menyayangkan kejadian tersebut, karena hal itu bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila, makna Bhineka Tunggal Ika , dan mengkoyak Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan dan budaya,” tandasnya.

 Kejadian seperti ini tidak bisa dibiarkan begitu saja dan karena berdampak pada kerukunan umat beragama dan kebebasan penyelengaraan pendidikan tinggi yang diatur oleh UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi.

“Pada Pasal 2 termuat Pendidikan Tinggi  berdasarkan Pancasila , Undang-Undang Dasar Tahun 1945  , Negara Kesatuan Republik Indonesia , dan Bhineka Tunggal Ika, “bebernya.

Tak hanya itu dalam Pasal 3 termuat pendidikan tinggi berazaskan  kebenaran ilmiah, penalaran , kejujuran , keadilan , manfaat , kebijakan , tanggungjawab, kebinekaan dan keterjangkauan.
Pasal  6 ayat (b) termuat pendidikan tinggi diselenggarakan dengan prinsip demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan menjunjung tinggi hak asasi manusia, nilai agama, nilai budaya, kemajemukan, persatuan dan kesatuan bangsa .

“Yang dilakukan oleh UKDW Yogyakarta adalah bagian dari melaksanakan amanat UU  Nomor 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi, “jelas politikus PDIP ini.

Peristiwa ini harus segera disikapi agar tidak menjadi preseden buruk Kota Yogyakarta sebagai kota pendidikan, dan tidak menjadikan kekhawatiran bagi penyelenggara pendidikan khususnya pendidikan dibawah yayasan non-muslim di wilayah Yogyakarta dan seluruh Indonesia pada umumnya.

“Saya  mendesak kepada  aparat penegak hukum dalam hal ini Kepolisian Republik Indonesia  untuk menindak ulah sepihak kelompok ormas tersebut demi tegaknya Pancasila , UUD 1945 dan NKRI serta suasana Bhinneka Tunggal Ika dalam keberagaman sebagai warga bangsa,  Kementerian Dalam Negeri dan Kementerian Hukum dan HAM untuk mengevaluasi kehadiran ormas yang anti Pancasila hadir yang  ditengah tengah masyarakat , “ desaknya.

Selain itu  juga mendesak  kepada Kementerian Pendidikan Tinggi untuk memberikan dukungan kepada lembaga penyelenggara pendidikan tinggi sesuai dengan UU 12 tahun 2012 tentang pendidikan tinggi khususnya lembaga pendidikan tinggi  dibawah yayasan nonmuslim untuk tetap bekerja dan berkarya tanpa ada perasan takut dan tertindas.

“Mendorong  Pemerintah Daerah DIY untuk menciptakan ketertiban, keamanan dan kenyamanan kepada semua penyelenggara pendidikan tanpa terkecuali pendidikan dibawah yayasan non muslim bekerja sama dengan aparat penegak lainnya  diantaranya Polri TNI dan lembaga Pemerintah terkait lainnya, “tutupnya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post