Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Motivasi BUMDes Melalui Temu Karya Kemitraan Pelaku Usaha Ekonomi Masyarakat Desa di Yogyakarta

Kegiatan Temu Karya Kemitraan Pengembangan Usaha  Ekonomi Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Masyarakat Desa di Yogyakarta, Jumat (11/11/2016)

SLEMAN (info-jogja.com) -Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa (PUED), Direktorat Jenderal Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (PPMD) , Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Republik Indonsia gelar Temu Karya Kemitraan Pengembangan Usaha  Ekonomi Bagi Pelaku Usaha Ekonomi Masyarakat Desa di Hotel Tara Jalan Magelang Mlati Sleman,  10 - 12 November 2016.

"Sebagai kementerian dalam Pemerintah Indonesia yang membidangi urusan pembangunan desa dan kawasan perdesaan, pemberdayaan masyarakat desa, percepatan pembangunan daerah tertinggal, dan transmigrasi , kami mendorong berputarnya pembangunan di desa,  salah satu upaya tersebut dengan menggelar temu karya kemitraan pengembangan usaha  ekonomi bagi pelaku usaha ekonomi masyarakat desa, dengan peserta dari seluruh Kabupaten dan Provinsi se Indonesia, "jelas Direktur Pengembangan Usaha Ekonomi Desa,  Sugeng Riyono kepada info-jogja.com, Jumat (11/11/2016).

Kali ini , lanjut Sugeng    sengaja diundang   pelaku wirausaha  dan badan pemberdayaan masyarakat . “ Dalam forum ini kita undang pelaku  wirausaha dan badan pemberdayaan masyarakat , mulai tingkat Kabupaten hingga Provinsi. Jumlahnya ada 125 orang , ”terangnya.

Semenjak  digulirkanya regulasi Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa  mendorong pembangunan desa karena kewenanganya untuk mengelola   .

” Desa memiliki kewenangan berskala lokal, kalau dulu desa hanyalah sebagai obyek pembangunan , setelah  ada UU Desa , seperti  dijabarkan pada Pasal 87 ayat (1) desa memiliki kesempatan untuk melakukan  optimalisasi aset desa  dan pemanfaatan modal desa . Desa diberi kewenangan untuk membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) dengan dasar musyawarah , yang pada ujungnya untuk mencapai kemakmuran desa dan masyarakat,  ”jelas dia.

 Menurutnya  jumlah BUMDes  yang telah  tercatat sebanyak  12. 858.” Dari sejumlah   74756 desa  di Indonesia, ada 12. 858 desa telah memiliki BUMDesa  sedangkan yang ada di DIY sebanyak  300 BUMDes . Dengan adanya pertemuan seperti ini akan lebih mendorong kelompok ekonomi produktif di masyarakat. Pada kesempatan ini juga kita berikan kesempatan  beberapa BUMDesa untuk kita tampilkan dalam pameran , antara lain dari  BUMDesa Amarta dari Maluku dan BUMDes dari Madiun,” bebernya.

Dicontohkanya BUMDesa Sejahtera di Bleberan  Kabupaten Gunungkidul di tahun 2015 mampu menghasilkan omset Rp 2,1 miliar, usaha kolam BUMDesa di Klaten dapat meraup omset hingga Rp 8 miliar.

Ditambahkan  Kepala Sub Direktorat Usaha Ekonomi Masyarakat Desa, Sugito . Melalui  tema pertemuan  penguatan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan kemitraan para pelaku usaha melalui temu karya kemitraan pengembangan usaha  ekonomi bagi pelaku usaha ekonomi masyarakat desa ini pada ujungnya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 “Bukan hanya mengejar profit saja  namun ,benefit tak kalah perlunya ,melalui forum ini diharapkan  dapat meningkatkan  ekonomi desa dan masyarakat sehingga kesejahteraan meningkat selain juga  menekan  arus urbanisasi.  Serta sebagai sarana mempertemukan antar pelaku wira usaha dalam  membangun jaringan akses pasar. Tadi sudah ada wacana akan dibentuk forum komunikasi kemitraan yang  melembaga  , mulai di tingkat Kabupaten , Provinsi dan Nasional,” jelasnya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post