Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Banyak Potensi Desa, Perlu Pengembangan Usaha Ekonomi

Peserta mengikuti pemaparan narasumber pada  Temu Karya Kemitraan Pengembangan Usaha Ekonomi Bagi Para Pelaku Usaha Ekonomi Masyarakat Desa di Hotel TaraYogyakarta
SLEMAN (info-jogja.com) -  Sekretaris Jenderal Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal Dan Transmigrasi , Anwar Sanusi membuka Temu Karya Kemitraan Pengembangan Usaha Ekonomi Bagi Para Pelaku Usaha Ekonomi Masyarakat Desa di Hotel Tara Jalan Magelang Sleman Daerah Istimewa Jogyakarta, Kamis (10/11/2016). Kegiatan yang digelar 10 – 12 November ini  diikuti oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pedesaan dari seluruh Propinsi dan  Kabupaten para  pelaku usaha desa se- Indonesia.

“Diantara agenda pembangunan nasional yakni  meningkatkan produktivitas rakyat,  daya saingnya dan  mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakkan sektor-sektor strategis ekonomi domestik. Maka menjadi salah satu misi Pemerintah dalam mewujudkan bangsa yang berdaya saing untuk memperkuat perekonomian Domestik berbasis keunggulan setiap wilayah,” beber Anwar Sanusi pada sambutan tertulisnya.

 Salah satu tantangan utama pembangunan adalah percepatan pemerataan dan Keadilan yang dijawab dengan usaha memperluas ekonomi perdesaan dan mengembangkan sektor pertanian. Secara khusus Pemerintah telah mencanangkannya dalam Nawa Cita, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam Negara Kesatuan.

“Semenjak diluncurkannya  UU Nomor  6 Tahun  2015 tentang Desa ,jelas telah menjiwai rencana pembangungan Jangka Menengah Nasional dan aaenda Pembangunan Nasioanal Th 2015 – 2019. Dengan meletakkan tiga perspektif sebagai pilar utama yaitu Jaring Komunitas Wira Desa (Jamu Desa), Lumbung Ekonomi Desa (Bumi Desa) dan Lingkar Budaya Desa (Karya Desa), Direktorat Jenderal Pembangunan Dan Pemberdayaan Masyarakat Desa memiliki tanggung jawab  mendorong tercapainya cita-cita pembangunan nasional. Dengan regulasi itu diberikan  desa diberikan wewenang untuk membentuk BUMDesa ” katanya.

Lanjutnya ,dalam perkembangannya masyarakat desa Secara individu maupun kelompok telah banyak melakukan usaha dengan menjual komoditi  untuk keperluan penduduk desa setempat maupun kepada masyarakat di tempat lain . Tahapan inilah desa memiliki posisi tawar yang tinggi sebagai penyedia komoditi.  Komoditi dalam bentuk bahan baku menjadi alasan utama rendahnya manfaat yang dihasilkan . Tengkulak yang kemudian berperan, semisal  jagung pipilan menjadi tinggi di taggan tengkulak , karena petani lebih sering menjual dalam kondisi masih tongkol.

“ Peran pemerintah dalam pemberdayaan masyarakat desa harus masuk untuk menggerakkan  nilai tambah (Value Added)  dan  memberikan akses cukup pada informasi  mengenai harga dan kebutuhan pasar.   Desa dan masyarakatnya  didorong untuk menemukan dan mengenali keunggulan. Kebijakan yang   disusun harus mampu mendorong dan memotivasi masyarakat desa  untuk mengenali, menggali , memanfaatkan aset serta potensi  menuju   kemandirian desa, “katanya.

Melalui temu karya  harap Sekjen , dapat  masukan  positif dari para narasumber yang  berkompeten  mendukung pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa.” Untuk itulah melalui acara ini  diharapkan mampu menghasilkan kesepahaman baru antara para pengampu kebijakan di bidang pemberdayaan masyarakat desa di tingkat Kabupaten, Propinsi hingga  pusat.   Dalam upaya pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa, “harap dia.

Ketua Panitia  ,Sugito menjelaskan  maksud diselenggarakan kegiatan ini adalah  membangun komitmen bersama diantara pelaku usaha ekonomi masyarakat desa  dalam pengembangan model strategi dan kemitraan secara terpadu dan berkesinambungan.

“Maksud dan   tujuan acara ini  membangun kesepahaman, kemitraan dan komitmen bersama tentang arah pengembangan usaha ekonomi masyarakat desa , antara  pelaku usaha ekonomi masyarajat desa serta mengembangkan mekanisme fasilitasi pemerintah bagi pengembangan usaha ekonomi masyarakat, “ katanya.

Sugito yang juga menjabat Kasubdit Usaha Ekonomi Masyarakat Desa sengaja mengundang narasumber berasal dari pihak  pengambil kebijakan di Kementerian dan  kalangan pegiat pengembangan pemberdayaan ekonomi nasional.

” Kita undang narasumber diantaranya  Imas Shiddiq dari Kamar Dagang Dan Industri Indonesia ,  Soekam Parwadi Dari Pasar Komoditi Nasional , Ummu Khalifah dari Along Food perwakilan Wirausaha dan pimpinan Cabang BNI  46 Yogyakarta untuk berbagi wawasan dan pengalaman, dengan jumlah keseluruhan peserta sebanyak 125 orang,” pungkasnya

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post