Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Direskrimum Polda DIY : Tak Ada Tendensi Mempersulit Penanganan Laporan Retno Rusyati

  Direskrimum Polda DIY Kombes Polisi Frans Tjahyono
SLEMAN (info-jogja.com) -  Polda DIY masih menunggu alat bukti pendukung  dari pihak pelapor pasca diterbitkannya Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang  menyatakan belum ditemukan unsur  tindak pidana  penipuan dan penggelapan seperti yang dilaporkan Retno Rusyati (29)   terhadap  terlapor Direktur  PT K -24  Indonesia.

"Kami belum bisa melanjutkan ke tahap penyidikan atas laporan Retno Rusyati dengan terlapor Direktur  K24, tiga saksi sudah dimintai keterangan dan alat bukti telah dipelajari dengan gelar perkara pada 28 April 2016 , hasilnya seperti pada SP2HP yang telah kita sampaikan kepada pelapor yakni belum ditemukan unsur  tindak pidana," kata Direktur Reserse Kriminal Umum ( Direskrimum) Polda DIY Kombes Polisi Frans Tjahyono saat berbincang dengan info-jogja.com di ruang kerjanya, Selasa (25/10/2016).

Pihaknya akan meneruskan kembali  laporan Polisi LP/177/II/2016/DIY/SPKT tertanggal  16 Februari 2016 itu. “ Laporan itu akan kita proses kembali sepanjang ada bukti baru yang mendukung , silahkan untuk disampaikan. Yang jelas proses sudah berlangsung , begitulah  konstruksi hukum dan penangganannya ” terangnya.

Dijelaskan juga  Kasubdit II/ Harda, AKBP Teguh Wahono bahwa Surat Izin Praktik Apoteker (SIPA) dan Izin Gangguan (HO) rencana pendirian apotek waralaba tersebut sudah turun namun pelapor mengingkari perjanjian.

 “ Pada intinya SIPA dan HO sudah diterbitkan pihak terkait, kita cek di lapangan ternyata HO yang sudah jadi tersebut tidak diambil pihak pelapor.  Pelapor pun  tidak mau melanjutkan lagi rencana pendirian apotek itu,  mau memutus perjanjian secara sepihak ,kalau perjanjian kan gak bisa sepihak memutus, bahkan meminta uangnya kembali,  “ jelasnya.

Dirinya memastikan tidak ada upaya mempersulit  proses penanganan laporan ini . “Tidak ada tendensi mempersulit laporan ini,” pungkasnya.

Seperti pernah diberitakan info-jogja.com  Retno Rosyati warga Bangunharjo Sewon Bantul melaporkan Direktur PT K-24 Indonesia, Gideon Hartono atas dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan pada Juli 2014  seperti tertuang dalam   laporan Polisi LP/177/II/2016/DIY/SPKT tertanggal  16 Februari 2016. Dirinya merasa menjadi korban penipuan lantaran urungnya mendirikan apotek Franchise atau Waralaba . Dalam  Laporan tersebut disebut pelapor mengalami kerugian Rp 1,5 miliar.

Seiring berjalannya proses penanganan laporan itu  Polda DIY menerbitkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyelidikan (SP2HP) yang menyatakan belum bisa ditingkatkan ke tahap penyidikan karena belum ditemukan unsur tindak pidananya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post