Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Merasa Namanya Dicemarkan Direktur K24 Melapor Ke Polda DIY

Arya Maheka SH (tengah) didampingi Widhi Nugraha SH  dan Tim Legal K-24  Grace Amelia SH.
SLEMAN (info-jogja.com) – PT K-24 Indonesia menuding pihak Retno Rusyati telah menfitnah melalui  pernyataan di media atas laporan dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan terlapor Direktur K 24 dalam   laporan LP/177/II/2016/DIY/SPKT tertanggal 16 Februari 2016 di Polda DIY.

“  Laporan  penipuan dan penggelapan oleh   Ibu Retno Rusyati di Polda DIY kepada klien kami perlu diluruskan. Yang menyebutkan bahwa pihaknya telah menyetor sejumlah Rp 1,3 miliar itu tidak benar, uang telah disetorkan kepada pemberi waralaba sejumlah Rp 517.775.000 dan itupun ada rinciannya  Rp 88 juta untuk waralaba awal dan biaya jasa managemen pra operasional, Rp 429.025.000 biaya paket investasi dan Rp 750 ribu sebagai biaya surve, “ beber Kuasa Hukum PT K-24 Indonesia , Arya Maheka SH di HI – Lab Diagnostic Center  Kota Baru Yogyakarta, Kamis (27/10/2016).

Ditegaskannya K 24 belum pernah menjanjikan penggantian kerugian dan keuntungan 20 %  .” Kita tidak pernah memjanjikan pengganti kerugian dan meminta  keuntungan sebesar 20% itu hanya meng ada-ada,  malah pihak Ibu Retno melalui pengacaranya meminta K 24 untuk membayar ganti rugi sebesar  Rp 5.775.000.000 , “jelasnya didampingi Widhi Nugraha SH dan Tim Legal K-24  Grace Amelia SH.

Bahkan pihak Polda DIY lanjut Arya , telah mengeluarkan SP2HP atas laporan pelapor Retno. “ Tuduhan penipuan dan penggelapan itu sendiri telah diselidiki oleh Pihak Kepolisian Polda DIY namun tidak ditemukan unsur tindak pidananya,”kata dia.

Sedangkan  proses perizinan  pendirian apotek waralaba ini  sesuai MoU kedua pihak merupakan  tanggungjawab calon penerima waralaba.” MoU antara Pihak K 24 dan pihak Retno pada 25 Agustus 2014 dinyatakan pengurusan perizinan merupakan tanggungjawab Retno Rusyati selaku calon penerima waralaba,  K 24 hanya mendampingi saja , bahkan kita telah membantu atas diterbitkanya  Surat Izin Praktek Apoteker (SIPA) pada 23 Februari 2016,” tambahnya.

Seiring berjalannya waktu proses perizinan, pihak Ibu Retno diminta untuk melengkapi persyaratan lain seperti HO  agar izin operasional lengkap , namun tidak ditanggapi pihak calon penerima waralaba.” Perlu diketahui juga bahwa proses penerbitan izin di Gombong memerlukan waktu yang lama , lebih  satu tahun karena dipersulit oleh oknum-oknum instansi tertentu.

Menurutnya  tuduhan pencemaran nama baik , fitnah dan dugaan pemerasan oleh pihak Retno,  K 24  melayangkan laporan ke Polda DIY. “ Telah kita laporkan ke Polda DIY atas fitnah dan pencemaran nama baik,  nomor laporanya  Reg /258/X/2016/SPKT pada tanggal 25 Oktober 2016,” tutup Arya.

Retno Rosiyati melaporkan Gideon Hartono ke Polda DIY pada 16 Februari 2016. Laporan ini  bermula rencana  Retno Rosiyati ingin membuka apotek waralaba K-24 melalui perjanjian dengan PT K24 Indonesia  di daerah Gombong.

Dikonfirmasi adanya   laporan pihak K24  ke Polda DIY , Retno mengatakan belum membaca laporan itu. “ Saya malah belum baca laporan pihak Pak Gideon, biar besok saya konsultasikan sama pengacara saya, sekarang sedang di Kupang, “singkatnya kepada info-jogja.com melalui ponselnya, Kamis (27/10) sore.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post