Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Dugaan Penipuan Oleh K 24 , Retno Tak Puas SP2HP Polda DIY

Retno Rosyati didampingi Pengacaranya Bedi Setiawan Al Fahmi SH
YOGYAKARTA (info-jogja.com) –  Retno Rosyati SE (29)  warga Bangunharjo, Sewon Bantul menyayangkan  sikap Polda DIY dengan dikeluarkanya   Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) yang menyatakan belum ditemukan unsur pidana atas laporan Polisi Nomor :LP/177/II/2016/DIY/SPKT pada 16 Februari 2016.

“Kenapa Polda DIY mengeluarkan SP2HP tertanggal 10 Mei 2015, padahal laporan kami ke Polisi kan 16 Februari 2016, inilah ketidakcermatan penyidik. Pihak terlapor belum pernah dipanggil , 3 saksi telah diperiksa penyidik tapi kok bisa keluar SP2HP yang menyatakan belum bisa ditingkatkan ketahap penyidikan karena belum ditemukan unsur tindak  pidana, “ sesal dia  melalui Penasehat Hukumnya, Bedi Setiawan Al Fahmi SH , Jumat (21/10/2016).

Direktur PT K24 Indonesia  , Gideon Hartono , lanjut Bedi kita laporkan atas dugaan tindak Penipuan dan Penggelapan terhadap pelapor  Retno Rosyati.

” Direktur PT K24 telah kita laporkan ke Polda DIY atas dugaan penipuan dan penggelapan terhadap klien kami pada Juli 2014 dan akibat perbuatan itu klen kami mengalami kerugian sekitar Rp 1,5 miliar , seharusnya klien kami sudah memiliki  apotek Waralaba atau Franchise sesuai yang dijanjikan terlapor yakni paling lama 6 bulan bisa beroperasi , namun kenyataannya hingga saat ini  hampir dua tahun belum ada realisasi, bahkan uang tersebut tidak dikembalikan,” paparnya.

Ditambahnya bahwa pihaknya telah melayangkan beberapa somasi dengan tembusan diantaranya  ke Kapolri , Ikatan Apoteker Indonesia  danKantor Wilayah  Dirjen Pajak DIY.  Kliennya  merasa tertipu setelah rencana membuka apotek K24 di daerah  Gombong gagal karena terkendala masalah perizinan dari pemerintah daerah setempat. 

“ Klien kami merasa ditipu karena telah mengeluarkan sejumlah biaya untuk pengurusan pembukaan K24  di Gombong diantaranya untuk pembayaran dana investasi awal, biaya sewa ruko, biaya training, transfer langsung ke Pak Gideon , totalnya hampir Rp 1,5 miliar,” pungkasnya.

Dikonfirmasi info-jogja.com melalui telpon selulernya Direktur PT K 24 Indonesia, Gideon Hartono berujar  akan membuat pernyataan resmi terkait pernyataan pihak Retno.

” Terima kasih atas upaya klarifikasinya . Kami akan mengundang jumpa pers agar clear,ada baiknya menunggu penjelasan yang utuh agar dapat angel berita yang tepat. Mbak Grace akan menghubungi, “ tulis dia  dalam pesan singkat Whats App yang diterima info-jogja.com, Sabtu (22/10/2016).

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post