Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Dua Terdakwa Penjual "Miras Maut" Dituntut 12 Tahun Penjara, Sementara Penasehat Hukumnya Memilih Walk Out

Usai menjalani persidangan SAH mendorong kursi roda milik isterinya SB


SLEMAN (info-jogja.com) – Terdakwa I  SAH  (45)  dan terdakwa II   SB (42) , suami isteri yang tersangkut  perkara miras maut  dituntut masing-masing 12 tahun penjara oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Daniel Kristanto SH dihadapan Majelis Hakim yang diketuai oleh Sutarjo SH MH  pada   persidangan di Ruang Utama Pengadilan Negeri (PN) Sleman, Kamis (13/10/2016).

Penasehat hukum terdakwa Taufiqurrahman SH sempat memilih  walk out dari ruang sidang  sebelum Jaksa membacakan tuntutan lantaran permohonan penundaan sidang tidak dikabulkan JPU dan Majelis Hakim. Pengacara menilai kliennya   terdakwa II sedang menderita sakit. Namun karena tidak bisa menunjukkan keterangan sakit dari dokter rutan,  majelis tetap melanjutkan sidang.

Menurut JPU keduanya terbukti melanggar dakwaan ke satu    Pasal 204 ayat (1) dan ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo pasal 65 ayat (1) KUHP  menjual sesuatu yang sifatnya berbahaya dan menyebabkan kematian.

“Dengan mempertimbangkan  hal yang memberatkan yakni menyebabkan 5 orang meninggal dunia , terdakwa satu pernah dipidana dan tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas miras serta mempertimbangkan hal yang meringankan , keduanya mengaku terus terang dan terdakwa dua belum pernah dipidana maka keduanya dituntut masing-masing dengan pidana penjara selama 12 tahun,” ucap JPU saat membacakan tuntutanya.

Ditemui usai sidang Taufiqurrahman SH menyayangkan sikap JPU dan Majelis Hakim   . “ Klien saya tuh benar-benar sakit, sakit campak dan itu kan  menular , sebenarnya kami hanya ingin sidang ditunda untuk menjalani perawatan dulu , bukan meminta pembantaran,” sesalnya.

Diakuinya  surat keterangan dokter rutan memang belum punya. “ Dari fisiknya saja sudah terlihat sedang sakit, mukanya bengkak dan badanya panas , upaya untuk memperoleh  surat keterangan dari dokter rutan sudah dilakukan namun dokternya sedang cuti . Sidang ini dipaksakan jelas melanggar hak asasi, biarlan mereka menanggung dosa dari perbuatan itu makanya saya memilih walk out aja,”bebernya.

Sementara itu JPU  berpendapat bahwa  tidak ada paksaan pada sidang tersebut. “ Kami tidak memaksa , sidang ini kan sudah terjadwal oleh majelis hakim, kalau ditunda dikawatirkan masa penahanannya habis , ditambah lagi terdakwa dan penasehat hukum tidak dapat menunjukkaan surat keterangan dari dokter yang menunjukkan  bahwa dirinya sedang sakit, kalau ada sih bisa kita pertimbangkan, “jelas Daniel.

Nampak terdakwa SB menggunakan kursi roda saat menghadiri  sidang, sempat pula dirinya menangis usai mendengarkan tuntutan jaksa tersebut. Sidang akan digelar kembali pada Kamis , 20 Oktober 2016 dengan agenda pembacaan pledoi atau pembelaan terdakwa.

Dalam dakwaannya disebutkan  bahwa kedua terdakwa bersama-sama menjual miras oplosan jenis sari vodka beningan atau arak dalam bentuk kemasan botol mineral dan atau kemasan plastik yang dilakukan  dirumah atau kediaman terdakwa I di Jalan Adisucipto No 26 Ambarukmo RT 009 RW 003 Caturtunggal Depok Sleman. Keduanya ditangkap petugas  Kepolisian Polres Sleman pada bulan Februari 2016 , hingga  keduanya diseret ke meja hijau PN Sleman.

Penulis : Eko Purwono.



About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post