Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Terdakwa Pembunuh Feby Mahasiswi UGM Jalani Sidang Perdana

Jalanya pembacaan dakwaan JPU
SLEMAN (info-jogja.com) – Terkuaknya misteri pembunuhan mahasiswi UGM Feby Kurnia Nuraisyah (19) yang ditemukan di sebuah toilet lantai 5 gedung fakultas MIPA UGM pada April 2016 silam , kini pelaku  EAN alias Kenthus  (26) harus menghadapi   proses persidangan di Pengadilan Negeri Sleman.

Terdakwa EAN  warga dusun Jati Wonokromo Bantul ini   jalani sidang perdana perkara pembunuhan wanita kelahiran Riau  di Pengadilan Negeri Sleman, Kamis ( 22/9/2016).

Sidang dengan Majelis Hakim yang diketuai Sutarjo SH MH kali ini mengagendakan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Dhudi Hadiyan SH.

Dibeberkan Jaksa, sudah menjadi rutinitas terdakwa sebagai cleaning service di Gedung MIPA dirinya datang dengan mengendarai sepeda motor ke tempat itu pada 28 April 2016 jam 04.30 WIB. Setelah memarkir kendaraannya terdakwa langsung menunju lantai 5 gedung tersebut untuk membersihkan ruang –ruang kelas.

“Sekitar jam 06.00 WIB korban Feby datang menuju ruang kuliah 507 kemudian terdakwa  menyusul dan menyapa lalu  terjadi komunikasi . Pelaku melihat saksi  korban menggunakan handphone kemudian memasukkan kedalam tas ransel milik korban,” terang JPU.

Kemudian korban masuk ke sebuah kamar mandi yang letaknya tak jauh dari kelas dan pelaku mengikutinya dari belakang masuk ke kamar mandi yang sama , saat saksi korban mengetahui dirinya diikuti , terdakwa langsung mencekik leher , korban berontak sehingga terdakwa makin keras menekan jarinya ke leher korban. Setelah itu korban didorong hingga jatuh terlentang  dan terdakwa masih mencekiknya.

Merasa korban sudah tidak bergerak dan diduga sudah  tewas kemudian  pelaku mengangkat tubuh Feby ke salah satu ruang kamar mandi yang paling ujung. Korban diletakkan dalam kamar mandi  itu dalam kondisi pintu terkunci dari luar.

Tambahanya terdakwa membuka tas ransel milik korban dan mengambil  seluruh barang -barang, berupa 1 unit HP merk samsung E5 , 1 unit HP Samsung Flip warna merah , 1 Buah Power bank , 1 lembar STNK kemudian kunci motor milik korban . Lalu turun kearah parkir sepeda  motor korban dan menggambilnya. Sepeda motor dibawa ke arah terminal Giwangan Yogya.

Meninggalnya korban dikuatkan pula dengan diterbitkannya  visum Et Repentum Nomor 046/2016 tanggal 23 Mei 2016 yang ditandatangani dr IB Gd Surya Putra P SpF.

Dalam dakwaan JPU  disebutkan terdakwa dijerat dengan 4 pasal alternatif. “Kita kenakan  empat pasal yakni  Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan  atau Pasal 338 KUHP  tentang pemnunuhan  atau Pasal 351 ayat (3) penganiayaan yang menyebabkan kematian  atau Pasal 365 ayat (3) pencurian dengan kekerasan, “ beber Dhudi.

Menanggapi dakwaan itu  Tim Kuasa Hukum terdakwa yang diketuai  Sapto Nugroho SH  menyatakan mengerti dakwaan tersebut dan  tidak akan membuat pembelaan.

”Yang mulia majelis hakim kami tidak akan menyusun eksepsi (pembelaan) atas dakwaan Jaksa tadi, pembelaan akan kami sampaikan pada pledoi nanti,” singkatnya kepada Majelis Hakim.

Sidang akan kembali digelar pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan  saksi-saksi.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post