Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Penggunaan Gypsum Gyproc Tekan Biaya Pembanguan Hingga 25 Persen

Hantarman Budiono (tengah ) perkenalkan  sampel produk Gyproc di depan media
YOGYAKARTA (info-jogja.com) – Penggunaan  produk papan gypsum bermerk Gyproc keluaran PT Saint- Gobain Construction Products Indonesia (SGCPI)  dapat  menekan biaya pembangunan  hingga 25 persen.

Informasi tersebut  disampaikan Managing Director SGCPI , Hantarman Budiono kepada  wartawan  dalam acara Media Workshop di Hotel Harper Mangkubumi Yogyakarta , Rabu pagi (24/8/2016).
Penggunaan gypsum  di Indonesia, katanya  masih sangat rendah .

  “Pemakaian gypsum  sebagai plafon maupun dinding  di Indonesia masih sangat rendah, sekitar 0,4 meter persegi per kapita. Pandangan masyarakat terhadap produk ini mahal dan eklusif ,padahal malah lebih efisien biaya dan waktu pengerjaan bangunan, ada penghematan  cost sampai 25 persen”paparnya.

Perkembangan sektor properti  fisik di Daerah Istimewa  Yogyakarta kian pesat. “ Pesatnya pembangunan fisik di DIY ini merupakan pangsa pasar bagus  bagi  produk Gyproc, seiring banyak dibangun hotel , aparteman, rumah sakit dan perkantoran,”katanya.

Lanjutnya papan  gypsum yang mulai dikenalkan di Indonesia pada tahun 2007 ini sangat tepat diaplikasikan pada bangunan ataupun hunian yang selama ini masih memakai dinding konvensional, sebab gyproc  sangat mudah dipasang , lebih cepat , efisien, memiliki daya tahan lama dan ramah lingkungan.

Sementara  Marketing Director SGCPI Won Siew Yee di dampingi Technical Support Manager , Kriswido Prasetya  berkeyakinan  pasar Indonesia  dapat ditaklukkan karena selain menjual produk pihaknya juga sediakan sistemnya.

” Gyproc sebagai green product  hadir dengan memberikan solusi sistem dan membagikan pengalaman serta mengedukasi masyarakat luas dan pelaku industri bangunan mengenai efisiensi.  Kami yakin potensi pasar Indonesia dapat ditaklukkan walau diakui  saat ini penggunaan gypsum masih rendah,”bebernya.

Diterangkan pula oleh  Area  Manager Distributor Building Materials produk Gyproc wilayah DIY-Kedu  , Arief Munandar bahwa permintaan pasar di DIY semakin meningkat.

“ Produk ini merupakan hal yang baru di DIY, sekitar tahun 2006 mulai masuk di sini. Permintaan pasar makin meningkat . Konsumen merupakan user perumahan, toko aplikator dan perusahaan. Permintaan terbanyak yakni plafon ketebalan 9 mili meter hingga 12 mili meter, “ singkatnya.

Informasi yang dihimpun info-jogja.com ,SGCPI  merupakan anak perusahan dari Saint-Gobain , perusahaan asal negara Perancis bergerak di bidang produksi material bangunan. Saat ini usianya 350 tahun . Penjualan mencapai 33,62 miliar Euro pada tahun2015 , Saint –Gobain telah beroperasi di 66 negara dengan jumlah karyawan 170.000.

Gyproc merupakan brand papan gypsum dan plaster terkemuka di dunia berasal dari Inggris , pada awal berdirinya tahun1917 dikenal dengan nama British Plasterboard (PBP). Kemudian pada tahun 2005 diakuisisi oleh Saint-Gobain dan masuk Asia memakai brand Gyproc. Tahun2007 mulai dikenalkan di Indonesia . Lalu pada tahun 2012 mulai dibangun pabrik di Indonesia dan dua tahun kemudian SGCPI mulai berproduksi secara komersial.

Keungulan dari Gyproc diantaranya dilengkapi teknologi penghambat panas, tidak mudah terbakar, tahan terhadap suhu ekstrim, dilengkapi penghambat panas dan permukaannya halus.

Selain itu tahan terhadap area dengan kelemaban tinggi karena dilapisi silicon terpolimerisasi, menjaga suhu dalam ruangan sehingga menghemat konsumsi listrik pada penggunaan AC, memiliki daya tahan tinggi terhadap benturan dan menciptakan kedap suara.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post