Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » » Kapolres Sleman Digugat Rp 11 Miliar



Ilustrasi Palu Sidang

SLEMAN (info-jogja.com) - Presiden Republik Indonesia  Cq Kapolri Cq Kapolda DIY Cq Kapolres Sleman di Jalan Magelang Km 12 Kecamatan Sleman Kabupaten Sleman DIY  digugat Rp 11 miliar oleh tiga penggugat melalui kuasa hukumnya dari  kantor Lembaga Advokasi Hak Asasi Manusia dan Bantuan Hukum (LABH)  di Jalan Badran No. 946 Yogyakarta di Pengadilan Negeri Sleman.

Kebenaran Informasi itu disampaikan Humas Pengadilan Negeri (PN) Sleman , Ayun Kristiyanto SH. “ Benar ada gugatan perbuatan melawan hukum yang dilayangkan kepada Kapolres Sleman  oleh tiga penggugat Y Arman, A Dhesti Nirmala Sari dan Sugiyanto melalui kantor pengacara LABH, ”terangnya kepada info-jogja.com , Kamis siang (4/8/2016).

Gugatan perdata bernomor 146/Pdt.G/2016/PN Smn, lanjut  Ayun baru dalam tahapan mediasi. “ Hari ini baru digelar  mediasi pertama  dengan hakim Hendri Irawan SH M Hum, mediasi kedua akan kembali dilakukan Kamis pekan depan dengan menghadirkan semua  pihak-pihak, baik pihak  Kepolisian sebagai tergugat maupun korban atau pihak penggugat ” jelasnya.

Dalam petitum gugatan ,menurut sumber PN Sleman,   melalui penasehat hukumnya Halimah Ginting SH dan Sri Waryanti SH dari LABH menyatakan bahwa secara hukum tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum yang mengakibatkan anak penggugat I dan penggugat II meninggal dunia dan anak Penggugat III mengalami luka-luka.

Selain itu menggugat  tergugat untuk membayar kerugian materiil terhadap penggugat I dan penggugat II sebesar Rp. 1.117.812.,- dan kerugian immateriil Rp 10 miliar  serta   membayar kerugian materiil kepada  Penggugat III sebesar Rp. 481.384., dan kerugian immaterriil sebanyak Rp 1 miliar. 

Penggugat I dan II merupakan orang tua korban meninggal Stanislaus Gandhang Deswara sedangkan penggugat III adalah orang tua korban luka Erwin Rahmanto . Korban meninggal  dianiaya diduga pelakunya   segerombolan orang yang  naik bus Sumber Alam dan beberapa mobil pribadi berhenti  di Murangan  pada 22 Mei 2016 begitu juga korban luka yang diduga dikeroyok tepat  di depan Indomaret Tempel  pada hari yang sama.

Gugatan dilayangkan  karena ketiga penggugat menilai adanya  kelalaian dalam menjalankan kewajibanya serta  menilai kurangnya pengawalan dan pengamanan dari pihak tergugat sehingga korban meninggal dan luka-luka pada kejadian itu.

Mediasi kedua akan digelar kembali pada Kamis 11 Agustus 2016 dengan menghadirkan seluruh  pihak tergugat dan  pihak penggugat  di depan hakim mediasi Hendri Irawan SH.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post