Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Merasa Dirugikan Dan Haknya Tak Diberikan Bambang SA Gugat Rp 6,9 Miliar

Bambang Setiyo Anggrayanto( nomor dua dari kiri) bersama Tim Penasehat Hukum
YOGYAKARTA (info-jogja.com) - Merasa dirugikan dan hak- hak nya tidak pernah di berikan,  Bambang Setiyo Anggrayanto warga Jalan Janturan No 44 Yogyakarta  layangkan gugatan perdata  ke Pengadilan Negeri (PN) Yogyakarta dengan nomor perkara:77/Pdt.G/2016/PN.Yyk. Sebelumnya pihaknya  pernah mengirimkan somasi namun hingga upaya mediasi tidak ada kesepakatan.

Melalui kuasa hukumnya dari kantor Pandawa Law Firm  terdiri Mohamad Novweni SH, Ferry Okta Irawan SH MH Prajaka Sindung Jaya SH, Sufriadi SH MH dan Fathur Rohim SHI, Bambang  Setiyo Anggrayanto menggugat Agus Sultoni.

Berawal   penggugat sebagai pendiri Sekolah Dasar bernama Intis School dibawah Yayasan Al-Kayyisa bertemu dengan salah satu wali murid bernama Agus Sultoni atau tergugat.

Pada saat itu kebetulan SD yang berdiri pada tahun 2008  dan  berkantor di Jalan Glagahsari No 121 Yogyakarta telah habis masa kontraknya pada tahun 2011 .

“Menjelang masa kontrak bangunan sekolah habis , klien kami mencoba merekrut pendana yang mau diajak  kerjasama, saat itu bapak Agus Sultoni   menawarkan lahan sebagai kantor dan tempat belajar mengajar , sedangkan  pak bambang sebagai pihak penyedia sistem, konsep dan operasional   cara pembelajaran sekolah  pada   kantor baru di Jl Retno Dumilah Kotagede, “terang jelas   Mohamad Novweni kepada info-jogja.com di kantornya Jalan Sultan Agung No 69 Yogyakarta , Senin (25/7/2016).

Pada saat itu telah disepakati secara lisan pembagian hasil royalti  dari keuntungan sebesar 40 % untuk Bambang Setiyo A dan 60% untuk Agus Sultoni.

“ Setelah timbul perjanjian lisan dengan prosentasi pembagian keuntungan 40% untuk klien kami dan 60% bagi pihak Sultoni ,klien kami meminta  tandatangan kesepakatan  secara tertulis, namun pihak tergugat selalu mengelak, bahkan hak klien kami  dari tahun 2011 hingga saat ini belum pernah diterima ” jelasnya.

Dirinya mengakui  pernah  mengirimkan somasi kepada pihak tergugat  terkait permasalahan ini namun tidak ada titik temu  hingga upaya mediasi.

“ Setelah kantor  berpindah di Retno Dumilah pernah kita somasi pada 23 Mei 2016  , setelah somasi papan nama, logo dan banner diganti dengan yang baru  pada 4 Juni 2016,  sampai mediasi ketiga hari ini (25/7) dengan Hakim mediasi Sumedi SH belum ada titik temu sehingga gugatan tetap kita teruskan, ”tutupnya.

Ditambahkan Bambang Setiyo Anggrayanto, dirinya merasa haknya sebagai pendiri dan perintis sekolah Intis School dirampas .

” Sekolah rintisan saya diambil alih tanpa sharing apapun, bahkan yang menjadi tanggungan kami terdahulu masih menjadi beban kita. Dirinya sudah menguasai lembaga ini , bahkan pernah juga mengeluarkan pernyataan atau  black campaign mengatakan  bahwa Intis School tidak membuka cabang di saat saya membuka lembaga ini di daerah Bantul,” paparnya.

Kata Bambang lagi Metode pembelajaran ini telah mendapatkan sertifikat merk dengan nomor pendaftaran IDM000247459 pada tanggal 17 Mei 2010 atas nama penggugat.

Dalam  salah satu pasal gugatanya dinyatakan bahwa perbuatan yang dilakukan tergugat merupakan perbuatan melawan hukum dan telah menyebabkan kerugian bagi penggugat maka sudah  sepantas kalau tergugat dihukum untuk membayar ganti kerugian kepada penggugat sebagaimana  dimaksud Pasal 1365 KUHPerdata.

Bahwa kerugian penggugat terhitung sejak tahun 2011 hingga 2016 adalah sebesar Rp 6,9 miliar. Hingga berita ini ditulis belum diperoleh konfirmasi  dari pihak tergugat terkait gugatan perdata ini.


Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post