Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Manfaatkan Limbah Jerami Raup Keuntungan Dalam 23 Hari

Purwanto , Manager  CV  Dwipa  Alam  Sari (Baju batik)
SLEMAN (info-jogja.com) – Selama ini masyarakat mengenal jerami padi hanyalah sebuah limbah ,umumnya  dimanfaatkan sebagai makanan ternak sapi ,yang sangat disayangkan saat sampah tersebut hanya dibuang atau dibakar. Padahal jerami sangat mudah didapatkan di wilayah Sleman .

Sampah jerami itu jika dimanfaatkan bisa  menghasilkan uang  hanya dalam waktu 23 hari saja. Seperti pernah dialami Purwanto tiga tahun silam . Melalui  CV  Dwipa  Alam  Sari dengan  Pogram Peningkatan Pengelolaan Limbah Padi (P3LP)  dirinya berhasil kembangkan  budidaya jamur merang dengan media kompos  jerami. Bahkan berkat  ketekunannya saat ini sudah ada 75 petani dibawah binaannya.

“ Awalnya sekitar 3 tahun yang lalu saya mencoba menanam jamur merang dengan mencoba membuat 1 rumah punggung dengan ukuran 4 x 6 meter hasilnya sangat memuaskan, kemudian banyak masyarakat sekitar tertarik untuk mengikuti budidaya , jamur ini  laku keras  dijual pada kondisi fresh (segar) ,”paparnya kepada info-jogja.com di tempat budidayanya  di Dusun Pisangan  RT 07 RW 16 Tridadi Sleman, Rabu pagi (15/6/2016).

Diakuinya, hanya dibutuhkan pelatihan teori selama dua  jam saja , namun perlu tambahan  pengetahuan melalui praktek untuk menguasai teknologi bercocok tanamnya dengan pendampingannya  dibantu  Ahli Jamur Ir Dwi Hartati.

 “ Sebelum bercocok tanam kami siap berikan  pelatihan dan pendampingan  meliputi teori dan praktek , hanya butuh 1- 2 jam untuk menguasai teori namun perlu  didukung dengan praktek  langsung untuk menguasai teknologinya, saat ini sebanyak 75 petani telah dibina , 15 diantaranya  masih aktif  dan  lainnya telah mandiri mereka tersebar di Magelang , Bantul Kulonprogo dan Sleman,”terangnya.

Purwanto ,menambahkan untuk membuat satu rumah yang kerap   disebut rumah punggung  dengan ukuran 4 x 6 meter dibutuhkan biaya Rp 11 juta ,  dapat menyediakan 60 m2 media tanam. Pada   luas tanam 1 meter persegi  bisa menghasilkan 3 – 4 kg  jamur.

 “ Dalam 1 m2 luas taman bisa menghasilkan 3-4 kg jamur segar , kami beli dari petani dengan harga Rp 19 ribu per kg. Modal Rp 11 juta bisa dikembalikan kembali dalam 8 -10 kali panen sedangkan rumah dapat bertahan hingga 3 tahun, belum lama ada salah satu petani di Borobudur   berhasil panen perdana  sebanyak 200 kg, ” tambahnya

Permintaan jamur bertekstur lembut ini  cukup tinggi, Purwanto mengaku kewalahan melayani permintaan pasar ,apa lagi saat bulan puasa dan jelang hari raya .

” Saat ini kami mengalami kekurangan untuk melayani  pelanggan,  pasar, supermarket  dan rumah makan. Kami berharap masyarakat lebih  tertarik dengan  budidaya jamur ini,  atau paling tidak  hal ini menjadi tambahan wawasan untuk berwirausaha,”tutupnya .

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post