Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Didakwa Dua Pasal Terdakwa SW Tak Akan Susun Eksepsi

Suasana usai digerar sidang perdana dengan  terdakwa SW
SLEMAN (info-jogja.com) – Terdakwa SW (35) jalani sidang perdana perkara dugaan penculikan dr Rica Tri Handayani dan anaknya Zafran Alif Wicaksono (5) di Pengadilan Negeri Sleman , Rabu  siang (29/6/2016).

Jalannya persidangan dengan Majelis Hakim  diketuai RR Endang Dwi Handayani SH MH ini   hanya berlangsung singkat . Tim  Jaksa Penuntut Umum (JPU) diberi kesempatan membacakan dakwaan yang disusun Yuniken Puji Astuti , Heri Supriyanto, D Lintang A, Hesti Tri Rejeki.

Dalam dakwaanya dinyatakan bahwa pada terdakwa SW bersama saksi EP dan VO (keduanya terdakwa dalam perkara terpisah) pada tanggal 30 Desember 2015 sekitar jam 10.00 WIB di dusun Karangsari RT 003 RW 032 Wedomartani, Ngemplak , Kabupaten  Sleman melakukan, menyuruh melakukan atau turut melakukan perbuatan, membawa pergi dr Rica Tri Handayani dan anaknya Zafran Alif Wicaksono ke Kalimantan.

EP dan VO berperan sebagai orang yang membujuk korban  sedangkan SW sebagai Wakil Ketua DPK Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) Kulonprogo adalah orang yang menentukan waktu  keberangkatan korban dan mengurus tiket pesawat Express Air untuk keberangkatan tanggal 30 Desember 2016 dari bandara Adi Sucipto tujuan Pontianak.

Karena merasa kehilangan suami dr Rica,  dr Aditya Akbar Wicaksono  melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib, selanjutnya setelah dilakukan pencarian korban ditemukan anggota Polda DIY di Bandara Iskandar Pangkalan Buun Kalimantan Tengah.

Atas perbuatanya SW dijerat dengan dua pasal yakni dakwaan pertama sebagaimana diatur dan diancam dalam Pasal 328 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPdan dakwaan kedua dalam Pasal 332 ayat (2) KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Usai dakwaan dibacakan , Ketua Majelis menanyakan kepada terdakwa mengenai isi dakwaan .  “ Apakah saudara ingin membuat eksepsi  atau keberatan atas dakwaan jaksa,”tanya majelis.

 Secara tegas melalui pengacaranya Hilarius Ng Mero SH menyatakan tidak akan menyusun eksepsi. “ Yang mulia kami tim penasehat hukum terdakwa tidak akan membuat membuat eksepsi,” singkatnya.

Ditemui info-jogja.com seusai digelar sidang ,Hilarius Ng Mero SH meyakini bahwa klienya tidak bersalah karena korban  tidak merasa diculik seperti diterangkan pada persidangan pada perkara dengan terdakwa EP dan VO.

“ Pada persidangan perkara EP dan VO , korban dr Rica dimuka persidangan  mengaku tidak diculik , dimana letak pasal penculikannya , wong dia izin pakai surat kepada suaminya , dari segi pembelaan  klien kami sudah bebas karena  kami hanyalah pelaku penyertaan saja, maka selesai . Tapi secara hukum  acara bahwa pengakuan bukan terus perkara itu dihentikan , kita tetap menghargai proses hukum,” paparnya.

Dirinya berharap  nantinya ada putusan yang seadil-adilnya.” Harus ada putusan yang adil bagi terdakwa,” harap dia

Sidang  akan kembali digelar pada Rabu, 13 Juli 2016 dengan agenda pemeriksaan saksi korban dan suami korban.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post