Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Terpidana Mati Hardani ajukan PK, JPU Itu Bukan Novum

Hardani (55) usai mengajukan Permohonan PK di PN Sleman


SLEMAN (info-jogja.com)- Disaat kekerasan seksual terhadap anak menjadi  perhatian Pemerintah,  Hardani (55) terpidana mati, mantan  anggota reserse  Polsek Kalasan Sleman justeru mengajukan upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) di Pengadilan Negeri Sleman , Selasa (17/3/2016) .
Dia adalah  salah satu terpidana  mati atas kasus  tindak perkosaan dan pembunuhan terhadap Ria Puspita Ristanti siswi  kelas XI SMK YPKK pada tahun 2013. Sidang PK dengan majelis hakim  diketuai Satyawati Yun Irianti SH dan dibantu dua hakim anggota Ayun Kristiyanto SH dan Eulis Nur Komariah SH berlangsung dalam pengawalan ketat aparat  Kepolisian .

Dari pengamatan info-jogja.com saat ditanya majelis mengenai bukti baru atau novum  , Hardani sebagai pemohon PK hanya menunjukkan surat pernyataan dan keterangan mengenai sms  , namun dirinya tidak bisa menunjukkan sms ataupun HP yang dimaksud. Majelis hakim hanya menerima berkas berupa surat pernyataan.

Awalnya oleh ketua majelis  menyatakan sidang   dibuka dan terbuka untuk umum, namun dinyatakan tertutup untuk umum   saat Jaksa Penuntut Umum (JPU)  yang terdiri Ismet Karnawan SH , Sugeng Riyadin SH dan Dhian SH  diberikan kesempatan untuk membacakan pendapat  atas memori   PK pemohon . Karena perkara  menyangkut korban yang   masih  dibawah umur.
Ditegaskan Ismet bahwa surat pernyataan dan bukti sms pada HP sudah  pernah diajukan pada persidangan yang lalu.

" Kami telah menyiapkan pendapat   atas memori  PK pemohon, dan sudah dibacakan di depan persidangan , intinya bahwa  novum yang diajukan pemohon PK sebenarnya telah menjadi alat bukti pada persidangan yang lalu , bahkan setelah dikonfrontir dengan penyidik Polres Sleman tidak ada keterangan yang menyatkan  bahwa  Khairil Anwar  (terpidana mati) dipaksa saat dilakukan penyidikan, “ terangnya.

Dibagian lain  penasehat hukum  keluarga korban, Charliendra SH kepada info jogja.com usai persidangan digelar berujar bahwa kedatanganya di persidangan ini untuk melihat jalanya persidangan dan meyakinkan status hukum terpidana.

“ Keluarga telah dihubungi  seminggu lalu bahwa akan ada PK oleh terpidana Hardani, memang keterangannya  dari awal selalu diulang , dari  awal  persidangan lalu yang bersangkutan   tidak pernah  mengakui dan selalu berkelit  , kepentingan kita  saat ini  hanya ingin meyakinkan agar jangan sampai lepas dari jeratan hukum,” katanya.
Saat turun dari mobil tahanan khusus Polres Sleman, terpidana yang mengenakan pakaian warna putih dengan celana warna gelap dalam posisi tangan diborgol, setelah memasuki ruang persidangan  salah satu petugas Kejaksaan Negeri Sleman membuka borgol tersebut.
Ibu korban  yang turut datang di  Pengadilan Negeri Sleman tak kuasa meluapkan kemarahanya terhadap terpidana . “ Iki to iblis e ,” ungkapnya sambil berteriak di lobi gedung PN Sleman . Sidang akan digelar pekan depan.

Hardani  divonis mati pada tingkat kasasi  pada 21 April 2014 dengan nomor 400K/Pid/2014 bersaman itu terdapat pula dua terpidana mati pada kasus ini yakni Yonas Refalusi Anwar (21), Khairil Anwar (46).
Seperti pernah diberitakan sebelumnya Hardani  terbukti melakukan tindak perkosaan dan pembunuhan terhadap Ria Puspita Ristanti siswi  kelas XI SMK YPKK Maguwoharjo, warga Dusun Medelan, Desa Umbulmartani, Kecamatan Ngemplak, Sleman  pada 16 April 2013.

Tindakan bejat itu dilakukan pada  rumah kosong di wilayah  Dusun Kringinan, Desa Selomartani, Kecamatan Kalasan Sleman. Setelah di perkosa kemudian dibakar dan dibuang diareal sawah yang tidak jauh dari lokasi rumah.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post