Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Polda DIY Dalami Penyebab Kematian Pelajar Andika Dwi Asrofi



SLEMAN (info-jogja.com) - Kepolisian Polda DIY sedang mendalami  kasus meninggalnya  seorang pelajar SMK Maarif 2 Sleman, Andika Dwi Asrofi (17)  beralamat tinggal di dusun  Plalangan Pandowoharjo yang terlibat kecelakaan dangan salah satu anggota Polres Sleman, Bripka Eko Yulianto.

Kepala Bidang  Hubungan Masyarakat  (Kabid Humas)  Polda  DIY  AKBP  Any Pudjiastuti  menegaskan  bahwa  korban  meninggal  karena  gegar otak saat terjadi kecelakaan namun secara detainya masih menunggu hasil visum dari pihak Rumah Sakit dan hasil penyelidikan.

" Yang jelas korban jatuh dalam keadaan mabuk, sehingga motor korban  Honda Supra Fit  AB 2269 HY yang  dikendarai dari arah selatan  menabrak kendaraan  Yamaha Mio AB 5939 HZ saat  dikendarai  saksi Bripka Eko Yulianto saat  terjadi kecelakaan  korban tidak mengenakan helm dan dalam keadaan mabuk, " jelasnya kepada info- jogya.com di Mapolda  DIY, Rabu pagi (18/5/2016).

Jelas Any lagi, saat korban terkapar dijalan , segangkan Bripka Eko menderita patah kaki ,kemudian  saksi Bripka Eko menelpon  Isteri  dan  adik iparnya  inisial B  anggota  polisi Polda DIY, kedatangan B tujuannya  untuk menolong  dengan cara  mendorong  kepala  korban   (Andika) untuk  dipinggirkan  agar tidak ditengah  jalan  Kadiluwih ,Margorejo Tempel ,"terangnya.

Diakuinya  Propam Polda DIY telah menerima laporan  dari keluarga korban terkait dugaan penganiayaan  terhadap Andika Dwi Asrofi yang dilakukan adik ipar Bripka Eko Yulianto , inisial B anggota Shabara Polda DIY.

"Karena  menangkut keterlibatan  anggota polri maka untuk mengetahui sejauh mana kesalahannya akan terus  diselidiki di Propam  , tentunya juga  merujuk hasil visum  dari pihak rumah sakit dan mengumpulkan keterangan para saksi, guna mengetahui  penyebab kematiannya , apakah benar disebabkan karena kecelakaan atau dugaan  penganiayaan oleh anggota kami," tambahnya.

Dimintai komentarnya  terhadap kasus ini , Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan Anies Baswedan meminta  siapapun setiap  pelaku   penganiayaan harus diproses secara hukum . 

“ Siapapun pelakunya apapun profesinya berkaitan tindak pidana penganiayaan  harus diproses secara hukum, siapapun korbannya, “singkatnya seusai mengikuti  kegiatan dalam rangka  memperingati Hardiknas 2016 di Pendopo Taman Siswa Yogyakarta , Kamis siang (19/5/2016).

Penulis  : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post