Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Kejati DIY Sita Buku Berjudul Sejarah Gerakan Kiri Indonesia

Asisten Intelijen Kejati  DIY Joko Purwanto
YOGYAKARTA (info-jogja) - Kejaksaan Tinggi Daerah Istimewa Yogyakarta menemukan buku dengan judul Sejarah Gerakan Kiri Indonesia pada awal Mei . Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DIY , Tony T Spontana  melalui  Asisten Intelijen Kejati Joko Purwanto membenarkan adanya peredaran  buku tersebut di masyarakat.

”Benar Kejati DIY menemukan  buku dengan judul  Sejarah Gerakan Kiri Indonesia  edisi untuk pemula , sementara ini masih diamankan ,mengenai isinya sedang kita pelajari  namun sekilas buku ini lebih kearah memutarbalikkan apa yang ada dalam sejarah itu , karena sasaranya pemula ya lebih mengarah kalangan anak muda terkait ajaran komunisme dalam buku itu, “ terangnya kepada info-jogja.com diruang kerjanya , Jumat pagi (13/5/2016).

Secara fisik   buku terbitan tahun 2016 dengan  tebal 528 halaman, didalamnya tertulis 32 penulis  bahkan penerbit Ultimus Bandung dicantumkan dalam buku yang berhasil didapatkan  pada salah satu Toko Buku   di Shopping Center Yogyakarta.

"Buku dengan tebal 528 ini diperoleh di Toko Buku di kawasan Shopping Center Yogyakarta dengan harga Rp 200 ribu, dengan nama penerbit Ultimus dari Bandung tahun terbitan 2016, kita pun sangat kesulitan untuk mendapatkan buku itu karena telah habis stok di hampir semua toko buku, kalau pun ada harus dengan cara pemesanan Sebenarnya buku itu telah ditemukan juga di wilayah DKI Jakarta dan sama persis dengan yang di Yogyakarta,” tambahnya.

Joko menghimbau kepada masyarakat untuk tidak membaca buku ini. “Kami himbau kepada masyarakat terutama kaum muda untuk tidak membaca buku ini, saat ini masih kita pelajari dan akan kita laporkan kepada pimpinan untuk langkah selanjutnya,” tutupnya.

Dari pengamatan info-jogja.com setelah secara sekilas membuka buku tersebut , nampak beberapa simbol yang menjadi larangan negara, dalam ilustrasi gambar diterangkan beberapa pembantaian di berbagai wilayah Indinesia, seperti di Banyuwangi dan Yogyakarta.

Sementara Kepala Seksi Kejaksaan Negeri Sleman , Bambang Rudi Hartoko mengaku tidak menemukan  buku itu di Wilayah Sleman.” Kita sudah berusah mendapatkan buku yang diamaksud dibeberapa toko buku di wilayah Sleman namun hasilnya nihil,” terangnya , Jumat (13/5/2016).

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post