Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Geram Bakal Pidanakan Salah Satu Oknum Birokrat Kantor Kecamatan Srumbung

Puluhan massa Geram datangi kantor Kecamatan Srumbung ,Senin pagi ( 30/5/2016)
MAGELANG (info-jogja.com) - Tak seperti hari  biasanya Kantor  Kecamatan  Srumbung , Magelang , Jawa Tengah dipadati ratusan  massa yang mengatasnamakan Gerakan Rakyat Menggugat (Geram) , Senin pagi ( 30/5/2016).

Mereka mengelar   aksi dengan   melakukan orasi di depan kantor kecamatan , Anang Imamudin selaku koordinator aksi menyayangkan adanya perilaku tak layak seorang oknum birokrat di Kantor Kecamatan Srumbung.

" Pejabat seharusnya mengayomi ,memberikan teladan , memberikan rasa aman dan nyaman untuk warganya. Pejabat itu pelayan rakyat , pejabat itu juragane rakyat  ,yang bayar pejabat itu rakyat .   Namun sangat disayangkan kok ada birokrat di Kecamatan yang bernama Andi justeru menghalangi rakyatnya berkembang berkarya dan bekerja dengan cara yang benar alias legal, " kata Anang saat menyampaikan orasinya di halaman Kantor Kecamatan Srumbung , Senin  (30/5/2016).

Disaat kegiatan operasi pertambangan dilegalkan Pemerintah Propinsi Jawa Tengah , terang Anang ternyata  Andi berprasangka buruk kepada rakyatnya, pemikiran waton suloyo dan prasangka buruk ini menjadi isi dari otak oknum itu.

"Izin pertambangan yang telah dikantongi ,ternyata oknum ini masih saja bermanuver untuk menhalangi kegiatan legal itu. Ketidakpamaham regulasi tentang UU Pemerintah Daerah Nomor 23 Tahun 2014 yang menyatakan kewenangan terkait izin pertambangan sepenuhnya ada di Propinsi ,ditambah lagi belum mengertinya pasal 162 UU Minerba bahwa setiap orang yang merintangi dan menggangu kegiatan pertambangan ber IUP dan IUPK diancam pidana perjara paling lama 1 tahun atau denda 100 juta.  Ini menunjukan  kebodohan birokrat yang over acting," tegasnya .

Sementara kuasa hukum Geram , Tomy Susanto SH  kepada info-jogja.com menyatakan bahwa  unjuk rasa ini merupakan aksi damai  dan reaksi  atas tindakan salah satu oknum Kecamatan Srumbung yang dinilai mengganggu para pekerja tambang legal.

 " Aksi damai ini merupakan respon pekerja tambang pasir legal atas  oknum pegawai kecamatan yang menggangu aktifitas penambangan , sepertinya ada komunikasi yang salah paham dan perlu diluruskan dalam mediasi nanti, namun dalam pasal 162 UU Nomor 4 Tahun 2009 tentang Minerba , apabila ada unsur terhadap yang bersangkutan maka segera akan kami laporkan ke Kepolisian, sementara belum ada laporan, kita masih menunggu hasil mediasi nanti," terangnya.

Menanggapi tuntutan tersebut , Camat Srumbung Agus Purgunanto SH berjanji akan  melaporkan pada pimpinan dan segera  lakukan sikap." Pernyataan sikap ini akan segera  kami sampaikan pada pimpinan, karena saya tidak punya kebijakan , dari sisi kewilayahan hanya berupaya agar situasi  tetap kondusif, marilah kita tetap bekerja dengan halal dan barokah," singkatnya.

Puluhan aparat keamanan tampak berjaga mengamankan aksi tersebut. Sebagian massa aksi membawa poster diantaranya bertuliskan " Dimana Keadilan  ? Ilegal = Dibiarkan, Legal = Diganjal , Susah Dadi Wong Apik Lan Bener" ,  "Ikan Bawal Masukkan Kantong, Andi Jual Kami Borong",  "Geram Lawan Oknum Birokrasi Busuk". Aksi berjalan damai , usai berorasi mereka membubarkan diri dengan tertib.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post