Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Berikut Sejarah Berdirinya Stasiun Tugu

Bagi para pecinta kereta api, Stasiun Tugu diketahui sebagai stasiun yang paling populer dan bersejarah di Jogja. Stasiun ini  terletak di Kota Jogja, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan berada di bawah naungan PT Kereta Api (Persero) Daerah Operasi 6. Stasiun ini beserta rel KA yang membujur dari barat ke timur berada di Kecamatan Gedongtengen.

Sasiun Tugu dibangun pada tahun 1887 merupakan salah satu stasiun yang cukup tua, namun memiliki arsitektur yang unik. Gedung stasiun berada di tengah kedua sisi rel kereta api, sedangkan bangunan menghadap ke jalan poros Kota Jogja.

Stasiun ini tergolong stasiun kelas besar dan memiliki enam jalur utama. Selain itu, di kompleks stasiun terdapat dipo lokomotif dan gerbong di sebelah utara dan barat kompleks stasiun. Pemutar rel berada di barat dipo lokomotif yang berada di sebelah utara stasiun. Di dipo inilah tempat lokomotif-lokomotif besar beristirahat.

Stasiun ini juga memiliki dua pintu masuk dan keluar, yakni pintu utama yang menghadap ke Jalan Margo Utomo (Jalan Pangeran Mangkubumi, termasuk wilayah Kelurahan Gowongan, Kecamatan Jetis) dan pintu selatan yang menghadap ke arah Jalan Pasar Kembang (wilayah Kelurahan Sosromenduran, Kecamatan Gedongtengen). Stasiun ini memiliki bangunan khusus untuk pusat reservasi tiket di pintu selatannya.


Ke arah timur stasiun, terdapat perlintasan terunik di Indonesia. Perlintasan itu berbentuk gerbang geser dengan nomor pos jaga (PJL) 3A dan 3B, dan khusus diperuntukkan bagi sepeda, becak, atau andong yang melintas kawasan Jalan Malioboro. Selain itu terdapat jembatan yang membentang di atas Kali Code.

Stasiun Tugu merupakan hasil dari pembangunan sistem transportasi kereta api oleh Pemerintah Hindia Belanda untuk kepentingan transportasi penumpang dan hasil bumi dari perkebunan di Jawa, Sumatra, Sulawesi, dan Kalimantan. 17 Juni 1864, Gubernur Jendereal Mr. L.A.J.W. Baron Sloet van Beele meletakkan batu pertama pembangunan rel kereta api pertama di Pulau Jawa. Jalur tersebut dikelola oleh Nederlandsch-Indische Spoorweg Maatschappij (Perusahaan Perkeretaapian Hindia Belanda) dan beroperasi mulai 10 Agustus 1867 dengan hubungan jalur kota Semarang dan Tanggung, Surakarta.

Dalam perkembangannya, jalur baru ini diteruskan sepanjang 166 kilometer ke Kota Jogja dan Stasiun Lempuyangan Yogyakarta menjadi stasiun pertama yang dibangun dan beroperasi pada tanggal 2 Maret 1872 untuk jalur Semarang-Jogja. Sementara itu, Stasiun Tugu mulai dioperasikan pada tanggal 2 Mei 1887. Jalur Surakarta-Jogja mulai dibangun pada tahun 1899 dan kereta penumpang pertama berjalan pada tanggal 1 Februari 1905.

Hingga kini, Stasiun Tugu merupakan salah satu stasiun terpadat di Indonesia dan terus mengalami perbaikan demi kenyamanan pengunjung.

About Info -Jogja.com

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post