Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » SAKSI MERINGANKAN DAN TERDAKWA DIPERIKSA, BAMBANG TEDY TEGASKAN TAK ADA TRANSAKSI JUAL BELI

SLEMAN - Babak baru persidangan dugaan penggelapan emas batangan  seberat 1 Kg milik Bambang Tedy  dengan terdakwa Nasrudin (38)  di Pengadilan Negeri  (PN) Sleman, Senin (7/3/2016) pagi.

Pada  sidang dengan  Majelis Hakim yang diketuai RR Endang Dwi Handayani kali  ini mengagendakan  pemeriksaan saksi dan dilanjutkan pemeriksaan terdakwa.

Saksi wanita warga negara Jepang,  Hizako  Katzuki  dihadirkan oleh pihak terdakwa melalui penasehat hukumnya, Harianto SH  dengan didampingi seorang penerjemah. Pada persidangan lalu  saksi urung berikan keterangan karena penerjemah tidak mengantongi sertifikat penerjemah resmi  sehingga ditolak  majelis  hakim dan jaksa penuntut umum (JPU) Ismet Karnawan SH

Pada keterangannya dirinya bertemu  dengan terdakwa  setelah dikenalkan oleh saksi Abidin dan menjelaskan saat terjadinya transaksi. Dirinya dijemput Abidin dari daerah Solo.

"Uang sebanyak Rp 520 juta  saya ambil di  BNI dalam bentuk rupiah . Setelah itu kami sama-sama ke tempat Pak Bambang dan melakukan jual beli emas yang langsung disepakati, dan bukti transfer juga ada ," kata saksi yang tak paham bahasa Indonesia ini.

Dirinya menegaskan bahwa sejumlah uang telah diserahkan kepada saksi korban  Bambang Tedy. "Kami bawa uang satu tas dan diserahkan ke Pak Bambang. Saya tidak tahu itu sample atau tidak karena bagi saya itu sudah proses jual beli," jelasnya  melalui penerjemahnya.

Usai saksi diperiksa , agenda dilanjutkan dengan memeriksa terdakwa , terdakwa menepis bahwa dirinya telah melakukan penggelapan emas 1 kg. Bahkan saat dilakukan transaksi ada saksi-saksi yang menyaksikan.

 "Ada lima orang dalam pertemuan itu yakni Saya, Pak Abidin, Nakano, Bambang Tedi, dan Istrinya Pak Bambang. Waktu uang diserahkan kami disuruh menunggu 30 menit dulu di rumahnya, lalu beliau kembali sambil membawa emas,”terang terdakwa.

Tambahnya saat dijual, lakunya sekitar Rp480 juta, bukan Internasional yang kami beli dari Pak Bambang seharga Rp500 juta-an.

Menanggapi keterangan saksi dan terdakwa pada  persidangan itu, Bambang Tedy secara tegas menyatakan  bahwa yang ada saat itu hanya  ada peminjaman emas seberat1 kg, bukan transaksi jual beli.

“ Tidak ada transaksi tetapi pinjem emas sebanyak 1 kg  , emas tersebut tidak dibawa ke Jepang melainkan dijual oleh terdakwa. Jadi keterangan saksi dan terdakwa melalui persidangan itu  tidak benar sebab tidak pernah ada transaksi jual beli dalam pertemuan tersebut, “ tegas Bambang melalui pengacaranya  Agung Wijaya Wardhana SH kepada info-jogya.com , Senin (7/3/2016).

 Seperti pernah diberitakan info-jogya.com JPU Ismet Karnawan SH mendakwa Nasrudin dengan pasal 372 KUHP  dan 378 KUHP tentang penipuan dan penggelapan . Sidang akan kembali digelar pekan depan dengan agenda tuntutan Jaksa.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post