Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Rencana Pembangunan UPTD BP3KP Dishutbun DIY , Uang Kerohiman Rp 10 Juta per KK Tak Manusiawi



YOGYAKARTA - Rencana pembangunan  UPTD Balai Pengembangan Perbenihan dan Percontohan Kehutanan dan Perkebunan(BP3KP) Dinas Kehutanan dan Perkebunan DIY sempat menuai pro kontra dengan warga yang  menyewa areal tersebut.

Kepala Dinas Kehutanan DIY  Ir. Sutarto, MP saat dimintai konfirmasi info-jogja.com pastikan sudah tidak ada lagi warga yang menolak rencana pembangunan gedung UPTD  tersebut .

 "Awalnya ada 15 Kepala Keluarga (KK)  menempati tanah komplek kantor Dinas  Kehutanan dan Pertanian DIY,   mereka  telah merelakan  mengosongkan rumahnya, totalnya  ada 15 KK , terakhir hari (Senin, 21/3)  ini ada dua orang telah setuju yakni Yulianto dan Sri Haryanto alias Samsi, status lahan merupakan tahan milik negara  " terangnya kepada info-jogja.com di ruang kerjanya , Senin (21/3/2016)siang .

Lanjutnya saat  didampingi Sekertarisnya , Ani Widyastuti    rumah-rumah semi permanen  tersebut sudah banyak yang ditempati orang lain atau bukan dari generasi dari PNS yang pertama kali tinggal pada  tahun 1960, jadi yang mendapatkan biaya kerohiman atau  ganti rugi  hanya 15 KK untuk tahap I dengan waktu maksimal pengosongan 21 Maret 2016.

" Sejak tahun 2007  melalui  perjanjian sewa sudah ditegaskan warga harus siap mengosongkan rumah jika sewaktu-waktu akan digunakan Dinas Kehutanan dan warga sudah sepakat dan setuju , bahkan sebelumya telah dilakukan sosialisasi  sampai tiga kali kepada warga terdampak “tegasnya.

Lahan tanah negara dengan luas 2,3 Ha akan bangun UPTD Balai Pengembangan Perbenihan dan Percontohan Kehutanan dan Perkebunan(BP3KP) dengan dana APBD ,  direncanakan pada  Mei  2016 ini    sudah dilakukan konstruksi bangunan dengan luas bangunan 1000 m3.

Sementara Joko Marwoto Ketua RW 10 Kelurahan  Baciro Kecamatan Gondokusuman Kota Yogya sayangkan sikap dinas yang dinilai tidak manusiawi. 

"  Hari ini 15 KK warga kami  sudah setuju  dengan rencana pembangunan dan rela mengosongkan tempat tinggal yang telah ditempati  selama puluhan tahun ,namun   itu tidak  manusiawi ,seharusnya kan ada 23 KK yang terdampak bukan 15 KK , ditambah lagi  banyak diantara  anak- anak dari mereka sedang mempersiapkan mengikuti Ujian Nasional  ,  wok ya ditunda   setelah ujian," geramnya saat ditemui dikediamannya , Senin (21/3/2016).

 Joko menyebut biaya kerohiman sebesar Rp 10 juta per KK terlalu sedikit . “  Untuk  biaya sewa rumah  aja habis, belum lagi untuk keperluan  yang lain selama masa awal pindah rumah  , “  kata dia yang  juga telah bersiap pindah  untuk pengosongan  rumah tahap ke -2.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono WK

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post