Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Hilarius SH : Keterangan Saksi Berbelit-belit, Melenceng Dari BAP

Ilustrasi Palu di Persidangan

SLEMAN - Persidangan  di Pengadilan Negeri (PN) Sleman dengan  terdakwa  RH (19) atas  dugaan  penganiayaan dan pengeroyokan  kematian Sumardi Eko Sumarno  kembali digelar , Senin (29/2/2016) pagi. Jaksa Penuntut Umum (JPU) Meyer V Simanjuntak kembali hadirkan  saksi pada sidang dengan majelis hakim yang diketuai Lingga Setiawan SH.

Dua saksi memberikan keterangan didepan persidangan diantaranya seorang doktor yang menangani korban di RSU PKU Muhammadiyah Yogyakarta, dr Tri dan saksi Perempuan bernama Kisrita.
Menurut dr Tri bahwa kondisi korban saat di bawa di unit UGD  pasien dalam keadaan  koma, denyut jantung normal , luka lebam di sekitar mata kanan dan terpasang alat terinkubasi untuk membantu proses pernafasan.

Dalam istilah medis tingkat kesadaran pada nilai 5 atau JCS 113, kesadaran kurang dari 8 bisa disamakan dengan kondisi koma. "Saat di UGD  pasien dalam keadaan koma dibuktikan dengan nilai kesadaran hanya menunjukan angka  5  kurang dari 8  , adanya pendarahan di otak sangat memungkinkan menjadi penyebab kematian seseorang, "terangnya.

Sedang saksi Kisrita yakni ibu kandung terdakwa, dalam persidangan meminta kepada majelis hakim untuk tidak disumpah. Hakim berang  karena keterangannya berubah-ubah dan tidak jujur , melenceng jauh dari keterangan yang di BAP, bahkan yang bersangkutan mencabut salah satu keterangannya.

Usai sidang digelar penasehat  hukum  ( PH ) keluarga korban  Sumardi Eko Sumarno, Hilarius N Mero  sesalkan sikap para saksi yang memberikan keterangan berbelit bahkan melenceng jauh dari BAP yang diterangkan saat  para saksi di BAP  di kepolisian.

" Sebagian besar saksi yang dihadirkan di persidangan, terkecuali saksi dokter tri , selalu sama   berikan keterangan berbelit-belit, sangat berbeda dengan keterangan yang ada di BAP , ini ada apa, " sesalnya.

Kata dia lagi jangan ada kesan terdakwa R menjadi malaikat buat dirinya sendiri." Kami berharap akan ada bukti-bukti baru di persidangan yang mulia ini, terdakwa R jangan seolah-olah menjadi pemain tunggal, jangan takut untuk mengungkapkan saat pemeriksaan terdakwa nantinya, keluarga berkeyakinan bahwa ada pelaku lainya, "harapnya.

 Pada persidangan sebelumnya terdakwa RH (19) didakwa JPU ,Meyer V Simanjuntak dengan dakwaan satu  primair  melanggar pasal 170 ayat (2) ke-2 KUHP , dakwaan kedua primair pasal 170 ayat (2) ke-3 dan dakwaan subsidair melanggar pasal 351 ayat 1 , ayat 2 dan ayat 3 tentang penganiayaan.

Seperti dituangkan dalam dakwaan bahwa  terdakwa pada 18 0ktober 2014 sekitar jam 21.00 WIB bertempat di dusun Waras RT 01 RW 12 Sariharjo Ngaglik Sleman melakukan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya Sumardi Eko Sumarno.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post