Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » » Aktifitas Seni Mandek ,Akibat SE KPI

Rapat dengar pendapat di Dinas Kebudayaan DIY
YOGYAKARTA -   Menanggapi isi Surat Edaran (SE ) Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bernomor 203/K/KPI/02/16  dikeluarka pada 23 Februari 2016 yang ditujukan kepada seluruh direktur utama lembaga penyiaran , Anggota Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) MY Esti Wijayanti berharap   KPI untuk meninjau dan memperbaiki SE itu.

Pernyataan tersebut dilontarkan didepan komunitas seni budaya dan perwakilan TVRI Yogyakarta   pada rapat dengar pendapat di Auditorium Dinas Kebudayaan DIY Jalan Cendana Nomor 11 Yogyakarta, Minggu(6/3/2016)

 “Sebaiknya KPI  memperbaiki surat edaran yang sudah ada, sehingga tidak ada penafsiran bias antara daerah yang satu dengan lainnya , antara orang yang satu dengan orang lainnya,harus jelas, dengan SE itu banyak aktifitas seni yang mandek,”terangnya.

Lebih lanjut ,Esti yang terdaftar di komisi X DPR RI ngak bisa kalau hanya dibaikan saja, karena masyarakat telah mengatahui isinya, yang dikawatirkan andaikata dimanfaatkan oknum tertentu atas nama surat edaran.

Pada kesempatan rapat dengar pendapat ini diharapkan adanya rekomendasi atau semacam petisi yang akan dilayangkan ke KPI , sebagai suara masyarakat Yogyakarta, “harap perempuan  yang pernah duduk di DPRD DIY kepada info-jogya.com.

 Sama halnya dinyatakan  Ketua Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID)  DIY, Supardiyono mengatakan bahwa surat edaran dari KPI pusat merupakan pelanggaran ekspresi yang sudah menjadi bagian dari budaya Indonesia. "Atas surat edaran tersebut, KPID DIY meminta kepada KPI agar segera merevisi surat edaran itu," singkatnya.

Dalam SE yang bersifat segera dengan derajat penting  disebutkan KPI pusat melarang program siaran yang menayangkan  penampilan pria yang berperilaku dan berpakaian wanita termasuk riasan (make up) kewanitaan.

Pada kesempatan acara itu turut hadir pula Kepala Dinas Kebudayaan DIY, Umar Priyono dan sejumlah komunitas seni se-DIY.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post