Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Terbukti Lakukan Kekerasan Psikis Dipidanakan

Suasana usai digelar sidang dengan terdakwa Edi Nur SE di PN Sleman, Selasa (9/2/2016)


SLEMAN - Kiranya kita harus lebih berhati-hati dengan pasangan kita. Melakukan kekerasan psikis terhadap isteri ternyata bisa dipidanakan , seperti halnya yang dialami   Nur Edi  SE (42), pria warga Sinduharjo Ngaglik Sleman ini. Sehingga dirinya harus berurusan dengan pihak berwajib , hingga terpaksa  duduk di Kursi Pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Sleman.
Hal itu dibenarkan Humas PN Sleman Ayun Kristiyanto SH  saat dikonfirmasi  wartawan info-jogya.com, Selasa (9/2/2016) sore.
Persidangan dengan agenda pembacan vonis oleh ,hakim PN Sleman dengan majelis yang diketuai Ninik Hendras Sulilowati SH MH menganjar dia dengan pidana penjara selama 2 bulan dengan masa percobaan selama 4 bulan.
Perbuatan terdakwa dinyatakan bersalah sesuai dakwaan kesatu primair yakni melanggar  pasal 45 ayat (2) Undang-undang Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dengan pidana penjara selama 2 bulan dengan masa percobaan 4 bulan, “ terang Ninik saat membacakan amar putusan di ruang sidang PN Sleman, Selasa (9/2/2016) siang.
Lanjut Ninik putusan tersebut dengan mempertimbangkan pula hal yang meringankan yakni terdakwa berlaku sopan selama persidangan  , terus terang dan belum pernah dipidana namun ada hal yang memberatkan karena sebagai kepala keluarga  terdakwa tidak memberikan contoh yang baik.
Menanggapi putusan tersebut terdakwa yang didampingi Tim Kuasa hukum dari Diskum Polda DIY salah satunya  AKBP Marpaung SH menyatakan pikir-pikir. Pernyataan yang sama juga dilayangkan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Meyer Volmar Simanjuntak SH MH di depan persidangan.
Pada persidangan yang lalu Meyer selaku JPU menjerat terdakwa pria PNS Polri ini   dengan dakwaan kesatu  pasal 45 (1)  subsidiair pasal 45 (2) atau dakwaan kedua pasal 49 huruf a UU Nomor 23 Tahun 2004  dan menuntut terdakwa Nur  Edi berupa pidana penjara selama 4 (empat) bulan seperti dijabarkan dalam dakwaan kesatu Subsidiair pasal 45 (2) UU Nomor 23 Tahun 2004.
Seperti diterangkan  dalam dakwaan JPU , terdakwa menikah dengan saksi korban Tresnani Inna Perminavia pada 19 Oktober 2004  di dusun Penen No 43 RT 02/RW 23 Donoharjo Ngaglik Sleman. Setelah pernikahan hingga diperkarakan terdakwa tidah pernah memberikan nafkah lahir dan batin kepada saksi korban karena kecewa mengetahui saksi korban mengalami sakit pada bagian lutut .
Terdakwa memaksa korban keluar dari rumah terdakwa dengan membawa seluruh barang dan pakaiannya serta mengatakan tidak ingin melanjutkan pernikahan. Bahkan korban dan keluarga telah mencoba membicarakan masalah ini secara baik-baik namun terdakwa tidak mengindahkannya sehingga diperkarakan oleh saksi korban.
Karena kejadian itu saksi korban mengalami  gangguan depresi karena kekerasan psikis dengan dituangkan melalui keterangan hasil visum et repertum Psychiatrum Nomor 449/0663 tanggal 22 Januari 2015 yang ditandatangani oleh dr Rukmi Kusningsih, Sp. Kj , dr Arsanti Pinudji , Sp.Kj dan Azri Agustin Suciati , Mpsi., Psi dari Rumah Sakit Jiwa Grhasia DIY.
Penulis : Eko Purwono



About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post