Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » Jangan Ada Kesan Kejari Sleman Tutup Kasus Dugaan Korupsi Proyek Merapi


SLEMAN- Penetapan 3 orang tersangka atas kasus dugaan korupsi proyek pembangunan shelter  di Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman tahun 2015 lalu  patut diapresiasi oleh semua pihak, namun sangat dissayangkan hingga saat ini belum ada kejelasan perkembangan penanganan kasus dugaan korupsi ini


 "Kinerja kejari sleman yang  saat  itu dipimpin bapak Nicolaus Kondomo  dengan  menetapkan  tiga tersangka pada tahun 2015    atas dugaan korupsi  proyek rehabilitasi dan rekonstruksi  pasca erupsi Merapi 2010 pada  item pembangunan  shelter  di desa Tirtomartani, Kalasan patut mendapatkan apresiasi," hal itu diungkapkan salah satu  penggiat anti korupsi , Jogja  Corruption Watch JCW ,Baharuddin Kamba kepada info-jogja.com, Senin (22/2/2016) siang.

Kata dia lagi jangan sampai prestasi  tersebut mandek, tidak ada kelanjutannya. "Seharusnya prestasi itu dilanjutkan , jangan sampe mandek ( berhenti ) tanpa ada kejelasan , masyarakat pengen tahu sejauh mana penanganan perkara di Kejari Sleman  hingga saat ini. Jangan sampai ada  penilaian masyarakat  bahwa  Kejaksaan Negeri Sleman  terkesan tutup kasus, masyarakat menginginkan kejelasan perkara yang telah bergulir lebih dari setahun  ini,  "katanya  .



Seperti pernah diberitakan info-jogya.com perkara yang menyeret tiga orang diantaranya inisial  TW pria  pejabat pembuat komitmen (PPK)  di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman ,WB sebagai direktur perusahaan swasta (kontraktor) dan  USP selaku konsultan proyek. Ketiganya berperan secara langsung pada pembangunan yang didanai oleh BPBD Sleman yaitu  proyek pembangunan shelter di Desa Tirtomartani, Kalasan, Sleman pasca erupsi gunung Merapi tahun 2010. 

Oleh penyidik Kejari Sleman ditemukan adanya indikasi  kerugian negara sekitar  Rp 150 juta lebih. Kesemuanya mulai  ditetapkan sebagai tersangka  pada Juni 2015 dan disampaikan langsung oleh Kepala Kejari Sleman Nikolaus Kondomo SH kepada beberapa wartawan di kantor Kajari Sleman tahun lalu.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post