Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » » CORIGAP ,IRRI DAN PEMERINTAH UPAYAKAN SWASEMBADA BERAS



SLEMAN - Puluhan peneliti dari berbagai negara se- Asia mengandeng  International Rice Research Institute (IRRI) atau Pusat Penelitian Padi Internasional gelar pertemuan tingkat Internasional di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian  (BPTP) Yogyakarta pada 23 – 24 Februari 2016.  

Seperti diterangkan  Kepala BPTP Yogyakarta, Sudarmaji  kepada awak media saat digelar Jumpa Pers di ruang pertemuan BPTP Yogyakarta, Selasa (23/2/2016) siang. “ Target swasembada beras dalam upaya menghadapi tantangan MEA perlu didukung penerapan teknologi yang sesuai di bidang pertanian,” katanya 

 Disebutkannya ,mereka berkumpul untuk menentukan dan menerapkan teknologi yang tepat untuk mengurangi senjang hasil usaha tani padi yang dapat membantu meningkatkan produktivitas pertanian. Permasalahan produktivitas padi yang masih rendah jika dibandingkan denhan hasil rata-rata produktivitas varietas unggul baru menyebabkan terjadi senjang hasil tersebut 

Lanjutnya selain di Indonesia kenyataan tersebut terjadi pula di negara –negara penghasil padi seperti China, Laos, Filipina , Thailand , Vietnam bahkan Jepang.

Kegiatan yang dinamai Closing Rice Yield Gaps In Asia Wiyh Reduced Environmental Footprint Carigap kerjasana  International Rice Research institute (IRRI) dengan Litbang Pertanian. Nantinya akan dilakukan juga kegiatan teknis oleh BPTP dengan Kelompok Tani (KT) Sedyo Maju, desa Jogotirto Berbah Sleman dan KT Manunggal Patran , desa Madurejo Prambanan. 

“Secara teknis rombongan pada hari esok (24/2/2016) pagi akan mengunjungi Kelompok Tani (KT) Sedyo Maju, desa Jogotirto Berbah Sleman dan KT Manunggal Patran , desa Madurejo Prambanan sebagai obyek penelitian yag bersifat on-farm yang memiliki kawasan padi sawah irigasi seluas 80 hektar dengan melibatkan 100 petani, “ paparnya.

Sementara Kepala BPTP Sumatera Selatan Harmanto mengatakan dengan adanya teknologi pertanian maka terjadi peningkatan hasil pertanian. “ Hasil pertanian bisa meningkat dengan adanya  teknologi pertanian seperti dalam hal pengaturan air. Dengan hal tersebut diharapkan terwujud swasembada beras dan terwujud pertanian yang berkelanjutan, “ kata Harmanto.

 Nampak  pula beberapa pejabat saat dilangsungkan  jumpa media diantaranya  Kepala Balai Besar Penelitian Padi , Ali Jamil, Plh Sekertaris  Badan  Mohammad Prama Yufzy, SDC Switzeland Camen Thonnisson (pendana) dan tiga peneliti senior IRRI  David Jhonson, Grant Singleton dan Abdelbagi Ismail. Sebanyak 8 negara ikut serta dalam kegiatan itu.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post