Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Agung WW : Inginkan Transparansi Kepolisian , Keberadaan BB milik kliennya

Jalanya Persidangan dengan mendengarkan kesaksian Lim Sing Hook, Senin (15/2/2016)

SLEMAN - Pengadilan Negeri (PN) Sleman kembali sidangkan terdakwa Nsr  (38) dalam kasus penipuan dan penggelapan  terhadap pemilik emas  99,99 % dengan logo dan nomer seri: LM AFP 108  seberat 1 kg , Bambang Tedi  ketua Front Pembela Islam (FPI) DIY dan Jawa Tengah.  Pada sidang yang dipimpin Ketua Majelis Hakim Endang Dwi Handayani SH ini , Jaksa Penuntut Umum (JPU) Ismet Karnawan SH  menghadirkan saksi Lim Sing Hook, Senin ( 15/2/2016) pagi.

Lim Sing Hook  mengatakan bahwa terdakwa datang ke toko Kuda dimana ia bekerja untuk menawarkan menjual emas batangan dengan berat 1 kg dan penawaran tersebut terjadi di bulan Februari 2015, setelah terdakwa menawarkan barang tersebut, ia langsung menelpon ke toko delima tempat  Kampek  bekerja dan merupakan famili dari toko kuda. Karena di toko kuda tidak berani menerima barang dengan jumlah besar.

Usai digelar sidang pihak korban menyayangkan tidak adanya barang bukti (BB) satu kilogram emas yang dihadirkan dalam persidangan  selain itu keterangan saksi dinilai berbelit-belit. Hal itu seperti  diterangkan Bambang Tedi  melalui penasehat hukumnya Agung Wijaya Wardhana SH kepada sejumlah  wartawan  di Rumah Makan Pringsewu Jalan Magelang Mlati Sleman , Senin (15/2/2016).

“Keterangan saksi   berbelit –belit , kata Sin Hook bahwa barang tersebut dijual kepada pilah Kampek atau toko delima, bertolak belakang  dengan keterangan terdakwa bahwa penyerahan duit ada   di toko kuda yakni Lim Hook sebagai pembeli, Lim Sing Hook ternyata  telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penadah barang , “ terangnya.

Selaku  kuasa hukum dirinya menilai ada kejanggalan-kejanggalan karena  perkara  pengelapan  hingga  dilimpahkan ke pengadilan  tidak disertakan  barang bukti emas 1 kg seharga Rp 550 juta itu.” Sudah dua kali kami menulis surat ke penyidik Polres  Sleman yang intinya ingin mengetahui keberadaan emas yang dimaksud dan hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari kepolisian, padahal  menurut petunjuk jaksa  selalu  meminta BB tersebut, ”sesalnya.

Pihaknya berharap ada transparansi dari Kepolisian mengenai keberadaan emas itu. “ Kami tetap mendesak pihak Kepolisian dalam hal ini Polres Sleman agar lebih transparan dalam mengungkap keberadaan barang bukti itu dan  kami hargai kalau itu merupakan teknis penyidikan , apakah dijual atau sudah dilebur , kalau pun dilebur dimana bukti hasil peleburannya, masih simpang siur,”harap Agung.

Dalam waktu dekat ini apabila tidak ada apresiasi dari penyidik Polres Sleman pihaknya akan melaporkanya ke Propam Polda Daerah Istimewa Yogyakarta. “ Apabila desakan kami tidak diapresiasi oleh pihak Kepolisian Polres Sleman maka dalam waktu dekat  seluruh penyidik yang menangani perkara ini akan dilaporkan ke Propam Polda DIY,” tutupnya.

Sidang akan digelar kembali pada 22 Februari 2016 dengan adenda masih mendengarkan keterangan saksi.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post