Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Zulfikri : Inginkan Keseriusan Kepolisian tangani Laporan Kami

Zulfikri Sofyan SH
YOGYAKARTA - Upaya Budi Harjono warga dusun Bakung RT 05  desa Bangunharjo , Sewon Bantul untuk memperoleh  kepastian  atas laporan yang dilayangkan di Polres Bantul pada tahun 2011 belumlah usai.

 Melalui  kuasa hukumnya, Zulfikri Sofyan SH menerangkan  bahwa  pada tanggal 27 Januari 2016 kembali mengirimkan surat perihal pengaduan dan tindakan tegas yang ditujukan kepada Ketua Komisi Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kompolnas RI) dan Kepala Kepolisian RI (Kapolri).

Berawal dari pinjam meminjam uang sebesar  Rp 35 juta  dari BCW kepada klien kami  , BCW adalah orang tua NC  namun berujung  hilangnya  sertifikat  tanah SHM yang dimilikinya karena diduga telah berubah nama menjadi  NC ,  maka dilaporannya kasus ini  ke  polisi  dengan bukti laporan  LP/291/IX/2011/DIY/Res Bantul pada 8 September 2011 tentang dugaan pemalsuan surat yang dilakukan oleh dua orang  perempuan  MH seorang notaris dan NC  pegawai  swasta,” jelas Julfikri kepada wartawan , Sabtu (30/1/2016).

Lanjutnya  klien kami menjadi korban konspirasi kejahatan MH dan NC . Sertifikat Hak Milik (SHM) tanah Nomor 5577  atas nama klien kami dipindatangankan  secara sepihak oleh kedua orang itu, sertifikat SHM  tersebut dijadikan jaminan peminjaman kredit di Bank Mandiri oleh NC dan belakangan diketahui bahwa SHM  tersebut telah diatasnamakan NC  , padahal  klien kami belum pernah merasa berhubungan dengan pihak Bank Mandiri.

Diterangkan lagi bahwa Budi Harjono tak pernah merasa menandatangani akte jual beli dan belum  pernah dijelaskan isi dan maksud akta yang ditandatangani oleh Budi Harjono dan isteri bahkan Budi tak pernah bertemu langsung dengan notaris MH.

Pada tanggal 9 November 2015 Polres Bantul telah mengeluarkan Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP) intinya dilakukan penghentian penyidikan terhadap perkara ini dengan alasan tidak cukup bukti bahkan sehingga perkara ini menggantung tanpa ada Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3),”tutupnya.

Padahal pihaknya sudah banyak membantu Penyidik untuk mengajukan alat bukti dan petunjuk untuk menyatakan perbuatan memasukkan unsur perbuatan ketarangan palsu dalam suatu akta otentik.

Dikonfirnasi mengenai  hal tersebut Kapolres Bantul AKBP Dadiyo SIK saat dihubungi melalui ponselnya  menjelaskan pihaknya   akan melakukan kroscek terkait  laporan perkara ini.

” Laporan atas nama Budi Harjono akan kami cek dulu, butuh waktu untuk mengecek kembali karena perkaranya sudah lama tahun 2011, “jelasnya , Sabtu (30/1/2016) malam.

Penulis : Eko Purwono


About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post