Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Tidak Boleh Ada Kekerasan dalam Kegiatan Ekstrakurikuler Sekolah

Ilustrasi siswa siswi
SLEMAN- Palang Merah Remaja (PMR) merupakan salah satu kegiatan ekstrakurikuler dengan fokus kepada pengenalan materi-materi Kesehatan , pertolongan pertama kepada orang yang memerlukan penanganan medis dasar, pengenalan obat- obatan dan berbagai bisang sosial tanpa ada kekerasan fisik. Hal itu ditegaskan Kepala Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sleman , Untung Purnomo kepada info-jogya.com di ruang kerjanya , Selasa 919/1/2016) pagi.

“Kegiatan PMR  disekolah sebaiknya lebih ditekankan kepada pengenalan materi kesehatan , pengenalan prosedur pertolongan pertama secara benar, pengenalan obat dan  penanganan medis dasar. Tidak boleh ada bentuk-bentuk kekerasan fisik dalam penerapannya, kalau sebatas pengenenalan baris –berbaris (PBB)  masih diperbolehkan Pembina PMR  yang bersertifikat  sangat berperan dalam hal ini ,  ” tegas Untung.

Diakuinya saat ini baru beberapa sekolah yang mengajukan surat resmi permohonan pembinaan kepada PMI Kabupaten Sleman. Kebanyakan sekolah tersebut telah memakai pembina PMR pada unit-unit yang berdiri seperti unit korps sukarela PMI (KSR PMI) UNY yang bernaung dinawah PMI Sleman dan unit lainya sesuai lokasi sekolahan.“ Kedepan akan kita jalin kerjasama dengan Dinas Pendidikan sehingga kegiatan PMR ini biar bersinergi dan benar-benar sesuai sasaran dengan legalitas yang kuat, “ harapnya.

Senada juga diungkapkan Kepala Seksi Kurikulum dan Kesiswaan SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Sleman, Drs Sudiro , dikatakanya kegiatan ekstrakulikuler hendaknya menjadi media pendidikan, kemandirian dan peningkatan kemandirian siswa.

"Kegiatan ekstrakulikuler seperti PMR , Pramuka ataupun kegiatan tambahan lainnya jangan sampai membebani para  peserta didik,  kegiatan tambahan  ini seharusnya menjadi media  mendidik kedisiplinan dan kemandirian siswajangan sampai ada hal-hal yang membuat siswa  ketakutan,"paparnya saat berbincang di kantornya , Selasa (19/1/2016).

Lanjutnya peran guru penanggung jawab atau bagian kesiswaan  kegiatan ekstra ini sangat diperlukan untuk mengontrol segala kegiatan tambahan ini sehingga tidak ditemukan penyimpangan dalam pelaksanaannya.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post