Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » PN SLEMAN SIDANGKAN PENGEMUDI PAJERO

SLEMAN - Kasus pengemudi Mitsubishi  Pajero dr MA  yang   merengut dua nyawa  Yamanik dan  Aris Nurhayati pemilik warung gudeg terkenal di kawasan Jalan Magelang Mlati Sleman mulai memasuki tahap persidangan di Pengadilan Negeri (PN)  Sleman.

Sidang perdana yang di pimpin oleh Majelis Hakim yang diketuai DR Yanto SH digelar di PN Sleman, kali ini  mengagendakan pembacaan dakwaan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) , Bagus Suseno SH, Rabu (6/1/2016) sore.

Dalam dakwaan yang dibacakan hanya dalam waktu setengah jam ini , JPU mendakwa dr MA dengan dua pasal alternatif yakni  pasal  pasal 310 ayat (1)  UU Undang-Undang Nomor  22 Tahun  2009 tentang  Lalu Lintas Angkutan Jalan dan atau  pasal 312  UU Undang-Undang Nomor  22 Tahun  2009 tentang  Lalu Lintas Angkutan Jalan.

Dinyatakan JPU dalam   dakwaannya bahwa  pada hari Kamis 1 Oktober 2015 sekira  jam 05.00 bertempat di Jalan Magelang Km 5 tepatnya  di Dusun Kutu Asem, Sinduadi, Mlati Sleman  dr MA mengendarai mobil bermerk  Mitsubishi  Pajero dengan nomor polisi  AB 888 AV melaju dengan  kecepatan tinggi 80 km /jam kearah utara dalam pengaruh alkohol dan  kurang konsentrasi  sehingga tidak   melihat ada kendaraan roda dua merk Honda  vario nopol AB 6759 NH yang  dikendarai Yamanik memboncengkan Aris Nurhayati. Mobil Pajero  membentur bagian belakang sepeda motor tersebut ,korban jatuh dari sepeda motor dan korban terseret  mobil hingga  30 meter , lalu  terpental kepala membentur aspal .

 Setelah kejadian terdakwa melarikan diri dikejar oleh saksi Gumilar Widan Priangga ,mobil  melaju ke arah utara dengan kecepatan tinggi, lalu  menabrak devider pembatas jalur permanen dan menabrak devider darurat dari plastik kemudian terpental dan terguling di fly over jombor.

 Keduanya meninggal dunia , korban Yamalik meninggal dunia dengan bukti  visum et repentum dari RSUD DR Sardito Nomor ver /099/2015 tertanggal  20 Oktober 2015 sedangkan korban  Aris Nurhayati dibuktikan dengan  visum et repentum bernomor 43/XI/2015 RSDS yang diterbitkan pada 4 November  2015 .

 Dari hasil tes urin terdakwa dinyatakan  positif  (+400 mg%) ini  didasarkan uji  dari Rumah Sakit  UGM dengan   NRM 03-58-57 yang diterbitkan  oleh  dr Riswan Hadi Kusuma.

Tampak terdakwa yang mengenakan rompi khas  bagi tahanan berwarna orange  duduk dipersidangan tanpa didampingi penasehat hukum. Sidang akan digelar kembali pada pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post