Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » GANTI RUGI TANAH TERDAMPAK PEMBANGUNAN FLY OVER JOMBOR BELUM BERES

  
Arus Kendaraan dari arah Magelang


SLEMAN -Pembebasan tanah  berkaitan dengan pembangunan Jembatan Fly Over Jombor hingga tahun 2016 ini masih belum kelar. Tertundanya pembayaran ganti rugi atau konpensasi bagi pemilik tanah yang terdampak pembangunan proyek masih menyisakan pekerjaan bagi Pemerintah untuk segara menyelesaikannya.

 Dari pantauan info-jogya.com masih saja ditemui kemacetan lalul intas  dari  arah Magelang menuju  Yogyakarta pada saat jam dan hari tertentu,  seperti pada saat pagi hari atau saat memasuki masa liburan, tepat  di  sisi timur Fly Over.   Menurut keterangan melalui telpon selulernya ,  Kepala Satuan Kerja (Satker) Jalan Nasional Wilayah DIY  , Dirjen Bina Marga ,Kementerian PU dan Perumahan Rakyat  , Suparman ST masih tertundanya pembayaran ganti rugi pembebasan tanah  dikarenakan masih adanya kendala dilapangan namun pihaknya berjanji akan segera menyelesaikan secepatnya, Rabu (13/1/2016) pagi.

“ Sebanyak 19 bidang tanah milik warga  yang terdampak pembangunan fly over jombor saat ini masih dalam proses untuk segera direalisasikan pembayarannya  , sebenarnya pada tahun 2015 telah kita alokasikan dana untuk itu yakni sebesar Rp 20 miliar  namun karena masih ada kendala pada pemilik tanah-tanah tersebut sehingga biaya pembebasan tanah tersebut tertunda dan dana itu   kita kembalikan  ke kas negara,”terangnya.

Sudah  dialokasikan  lagi anggaran  untuk  selesaikan pembayaran ganti rugi tanah ini setelah ada  kesepakatan warga dengan pemerintah. Sebenarnya kita tidak mau hal ini berlarut-larut , sudah kita upayakan dari tahun 2015 untuk segera menyelesaikan  namun belum ada titik temu. Kita sudah ikuti aturan yang ada. Diharapkan setelah ada kesepakatan yang di mediasi tim Appraisal ( tim independen) kita akan segera bayarkan dan kita lanjutkan pembangunannya,” tambah Suparman.

Ditambahkan  Bambang Pamungkas , salah satu staf yang menangani pembebasan tanah Fly Over Jombor bahwa pihaknya telah mendapatkan informasi besaran harga yang diminta pemilik tanah yang terdampak pembangunan yakni berkisar Rp 8  -  10 juta per meter 2 dan saat ini masih menunggu  tim appraisal untuk pembayaranya

”  Pada tahun 2015 ke 19 pemilik tanah terdampak pembangunan itu menawarkan harga tanah berkisar antara 8 juta – 10 juta per meter 2 Pada Tahun 2016 ini sudah disediakan dana sebanyak Rp20 miliar jika ada kekurangan masih bisa kita revisi. Stelah ada kesepakatan dengan tim appraisal dan  proses legalitas  tanah telah terpenuhi  di Kanwil Badan Pertanahan Nasional DIY maka dana tersebut segera kita kucurkan secepatnya, “ paparnya.

Ditemui ditempat  terpisah Kepala Bidang Lalu  Lintas Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sleman , Sulton Fantoni ,ATD membenarkan adanya kemacetan pada saat waktu tertentu di Fly Over Jombor  dan pihaknya berharap pada instansi berwewenang   untuk menambah rambu-rambu guna mengurangi penumpukan kendaraan di jalan itu.

” Pada saat tertentu memang terjadi kemacetan di jalan menuju Yogyakarta tepatnya sebelah timur jembatan Fly over di sisi utara, saat memasuki   musim liburan terjadi kepadatan kendaraan  di jalan tersebut sehingga menyebabkan kemacetan panjang ,  wah itu bukan ranah kami mas, itu ada di Perhubungan Provinsi DIY dan satker terkait , saya hanya sebatas bisa kasih masukan agar ada penambahan rambu-rambu. Dulu pernah dipasang rambu semi permanen, namun saat ini sudah mulai rusak. Kan sebagian kendaraan bisa dialihkan dengan adanya penambahan rambu, contohnya bisa dialihkan di perempatan Denggung atau pada jalan alternatif lainnya ,”singkat Sulton.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post