Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Polres Sleman Terkendala Bahasa Periksa 15 WNI

SLEMAN - Berawal dari kecurigaan warga dan tindak lanjut pihak Kepolisian terhadap keberadaan sejumlah  orang asing yang tinggal disebuah rumah di daerah Ngemplak ,  mulai terbongkar apa yang dilakukan belasan warga negara asing ini. Ditemui kendala bahasa  dalam melanjutkan pemeriksaan sebab kesemuanya tidak paham bahasa Inggris apalagi Bahasa Indonesia , sehingga diperlukan kerjasama dengan pihak-pihak terkait yang pernah lakukan penanganan serupa. Itu Sebagian keterangan Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen saat paparkan hasil penangkapan 15 WNI asal Taiwan di loby Mapolres Sleman , Jumat ( 4/12/2015).

“Dari hasil penggalian  keterangan di TKP rumah yang disewa dari pemilik rumah yang bernama Nani melalui seseorang perantara Dewi   dengan harga Rp 125 juta per tahun.  . Aktifitas penguni sangat tertutup bahkan belum pernah sersosialisasi dengan penduduk setempat. Segala aktivitas yang ada di rumah itu selalu tertutup dan para penghuninya tak pernah bersosialisasi dengan  warga masyarakat ,” jelas dia.

Saat dilakukan penggrebekan dan penangkapan berhasil diamankan 15 orang WNA yang satu diantaranya berjenis kelamin perempuan, di rumah tersebut telah  dipasang 2 kamera CCTV ,dimungkinkan mereka telah mengetahui anggota kami saat memasuki rumah itu. Kesemuanya berusaha kabur dari penangkapan terbukti ada salah satu mencoba melompat dari lantai 2 rumah itu. Kesemuanya  kita amankan sedangkan satu orang masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara DIY.

“Komunikasi dalam penyelidikan terkendala dengan bahasa , kami belum bisa mengungkap apa sebenarnya yang dilakukan mereka, laa semua tidak paham bahasa Inggris apalagi bahasa Indonesia , mereka hanya bisa berkomunikasi menggunakan bahasa negaranya . Kita akan menggandeng Imigrasi dan ahli bahasa , “ tambahnya.

Untuk sementara 15 WNI tersebut datang di Yogyakarta memakai visa wisata yang dikeluarkan negara Taiwan dan Cina ini baru kita amankan , belum kita  kita tetapkan statusnya . Dugaan sementara  ini merupakan sindikat kejahatan IT atau   dunia maya dengan modus penipuan  , hal itu diperkuat ditemukannya barang bukti di TKP. Untuk memperoleh informasi identitasnya  apakah ada keterkaitannya dengan tindak kejahatan didaerah lain atau pun DPO  saat ini sedang dilakukan koordinasi dengan Polda Metro Jaya karena pernah diungkap kasus serupa di  negara asal.

Saat dilakukan penangkapan berhasil diamankan barang bukti berupa beberapa  reuter, ponsel , perangkat telpon seluler , sim card dari negara Taiwan  , sejumlah uang rupiah dan yuan.
Diharapkan setelah ada   koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan pemeriksaan yang bersangkutan dibantu ahli bahasa akan segara kita tetapkan status mereka ,” harap Faried.

Penulis : Eko Purwono

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post