Select Menu

Template Information

Drop Down MenusCSS Drop Down MenuPure CSS Dropdown Menu

WISATA ALAM

Berita

Wisata

IKLAN BARIS

CAFE

KULINER

BAKERY

TOUR AND TRAVEL

» » Warga Beran resah adanya Tambang pasir di kali Ngipik

SLEMAN - Warga dusun  Beran Margodadi Kecamatan Sayegan Sleman resah dengan keberadaan tambang pasir yang berada di Sungai Ngipik, Margoluwih Sayegan. Pasalnya  dampak dari penambangan tersebut merusak jalan yang merupakan aset kekayaan dusun.

Truk  pengangkut  hasil galian pasir  tersebut selalu melintasi akses jalan dusun yang merupakan bangunan hasil swadaya warga sehingga dikawatirkan akan menimbulkan kerusakan jalan. Menyikapi hal tersebut warga dengan tokoh masyarakat berinisiatif  melakukan reaksi menyikapi akan hal tersebut.

 Keresahan tersebut dibenarkan oleh  dukuh Beran , Sunardi (46) dikatakannya bahwa  truk yang melintas jalan dusun merusak jalan.  “ Lokasi tambang pasir tersebut baru beroperasi sekitar 3 hari yang lalu , sebenarnya areal  tambang di sungai Ngipik itu masuk wilayah desa Margoluwih Sayegan dan berbatasan dengan desa Sidoluhur Godean namun dusun kami terdampak langsung oleh lalu-lalangnya truk pengangkut pasir yang melewati dusun ini,dari lokasi menuju jalan raya. Padahal jalan tersebut pembangunannya menelan biaya Rp 38 juta dan 38 drum aspal,” ujar dia kepada info-jogya.com , Sabtu (3/10/2015) sore di kediamannya.

Tadi pagi kami beserta warga  telah menyampaikan tuntutan kepada pihak pengelola tambang berupa penarikan restribusi terhadap setiap truk yang melintas sebesar Rp 25.000 per rit dan penarikan biaya untuk pemeliharaan jalan sebanyak 1 (satu) rit setiap minggu, apakah permintaan kami direspon pengelola ata tidak, kita masih menunggu jawaban,“pungkasnya

Ditempat terpisah Suroso (61) penjaga  bendungan Jowah yang berjarak sekitar 200 meter dari lokasi  tambang mengakui  terdampak karena  beroperasinya tambang itu. “ Air nya menjadi keruh dan ada cairan seperti minyak , namun secara langsung tidak berdampak terhadap debit air sungai , karena arealnya diluar pengawasan saya  yakni di Kecamatan Sayegan , sedangkan bendungan ini masuk  wilayah Sidoluhur Godean, ya kami hanya aktif melakukan pengontrolan saja alias tak bisa berbuat banyak, ”jelas dia.
Menurut pengakuannya Pria pensiunan DPU DIY ini  hampir 24 jam mengawasi situasi bendungan apalagi setelah adanya tambang pasir ini.

Sampai berita ini ditulis belum didapatkan keterangan dari pihak yang mengelola usaha ini. Menurut  Heri Sutrisno salah satu pemilik lahan yang berdekatan dengan lokasi itu berujar  bahwa tanah atau pasir yang disedot menggunakan mesin pompa besar dan di alirkan melalui pipa-pipa besar  ke bak truk . “ Sebenarnya langkah ini bagus sebab bagian sungai itu mengalami pendangkalan ,  kualitas pasirnya juga  kurang bagus kerena bercampur tanah dan sampah –sampah  , didaerah itu pada saat musim hujan air meluber ke persawahan penduduk sehingga merusak tanaman. Pengambilan pasir dengan cara itu tepat saat musim kemarau seperti ini. Terlepas apakah usaha itu berijin atau tidak saya tidak tahu, “terangnya.

Menurut Informasi yang dihimpun dilapangan tambang pasir ini beroperasi mulai jam 07.30 – 17.00 WIB.  Satu truk membutuhkan waktu sekitar satu jam untuk memenuhi satu bak penuh. Alat angkut yang digunakan didominasi oleh Dump truck .

Penulis : Tim info-jogya.com

About Eko Purwono

WePress Theme is officially developed by Templatezy Team. We published High quality Blogger Templates with Awesome Design for blogspot lovers.The very first Blogger Templates Company where you will find Responsive Design Templates.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post